KY Hargai Putusan Bebaskan Bocah Pencuri "Voucer"

oleh

Wakil Ketua Komisi Yudisial, Imam Anshori Saleh, menyatakan, pihaknya amat menghargai Putusan Majelis Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang tidak mempidanakan terdakwa seorang bocah pencuri ‘voucher’ telepon senilai Rp10 ribu. <p style="text-align: justify;">Wakil Ketua Komisi Yudisial, Imam Anshori Saleh, menyatakan, pihaknya amat menghargai Putusan Majelis Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang tidak mempidanakan terdakwa seorang bocah pencuri ‘voucher’ telepon senilai Rp10 ribu.<br /><br />"Putusan itu menunjukkan Hakim menyelami rasa keadilan masyarakat," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.<br /><br />Karena itu, ujarnya, wajar jika Komisi Yudisial (KY) mengapresiasi putusan itu.<br /><br />"Kita semua tidak dapat membayangkan seandainya bocah di bawah umur itu dipenjarakan. Akan ada akibat buruk bagi masa depannya," kata Imam Anshori Saleh.<br /><br />Sebenarnya, menurut mantan Anggota Komisi I DPR RI ini, bocah itu sudah (bisa) dilepas sejak di Kepolisian.<br /><br />"Polisi bisa memanggil orang tua bocah itu dan minta agar dilakukan pembinaan dan pengawasan, bukan diteruskan perkaranya ke Kejaksaan, dan akhirnya bermuara di Pengadilan," tuturnya.<br /><br />Ke depan, ia berharap para Hakim lain bisa meniru pemahaman mereka terhadap ‘legal reasoning’ dalam kasus semacam itu.<br /><br />"Sebab, Hakim sebenarnya bukan semata corong undang-undang, melainkan harus melakukan terobosan hukum melalui temuan hukum atau ‘rechtsvinding’.<br /><br />Bahkan, menurutnya, hakim juga dapat membuat hukum yang dikenal dengan ‘judge made law’.<br /><br />"KY tidak memiliki domain ke Polisi dan Jaksa. Seandainya Majelis menjatuhkan pidana pada bocah tersebut, KY akan mempersoalkan dan memberikan rekomendasi kepada Mahkamah Agung," tegasnya.<br /><br />Imam Anshori Saleh mengatakan pula, dalam kasus itu –seandainya terdakwa dihukum– Hakim bisa dikenai dugaan melanggar etika dan pedoman perilaku.(Eka/Ant)</p>