Lagi-lagi DBD Menelan Korban

oleh

Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali memakan korban, Kamis (7/8/2014) lalu, satu penderita warga Sintang dinyatakan telah meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Ayges Aygepti. <p style="text-align: justify;">Terakhir korban meninggal, ialah anak laki-laki berusia 9 tahun bernama Abizar Andiar, warga Jl. M.Saad Gg. Binjai Kelurahan Tanjungpuri Kecamatan Sintang, yang meninggal dunia di Rumah Sakit Pontianak.<br /><br />Menurut warga, yang merupakan tetangga korban, Deandi, mengatakan, sebelumnya siswa SD MIN ini mengalami demam, lalu dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M.Djoen dan positif DBD. Setelah beberapa hari dirawat di RS Sintang, korban dirujuk untuk mendapatkan penanganan di RS di Pontianak.<br /><br />Direktur RSUD Ade M. Djoen Sintang, Hary Sinto, membenarkan, ada satu korban meninggal dunia lagi, akibat DBD di RSUD Soedarso Pontianak, korban sebelumnya pernah dirawat di Sintang lalu dirujuk ke Pontianak.<br /><br />" Korban masuk RSUD Ade M. Djoen Sintang pada tanggal 1, akibat DBD. Dirujuk ke Pontianak tanggal 4,"Ujarnya.<br /><br />Sinto, menjelaskan alasan korban di rujuk ke Pontianak, karena kondisi korban sudah sulit untuk ditangani di Sintang. Pasalnya, telah mengalami pendarahan yang perlu penanganan ekstra di rumah sakit Pontianak.<br /><br />Ia juga mengatakan, hingga minggu ke-30 ini, telah terdapat 141 kasus Demam Berdarah Dengue yang dirawat di RSUD Ade M. Djoen Sintang, dan empat orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, terkait dengan penanganan medis dan obat-obatan, Sinto mengatakan pihaknya tidak ada kendala. <br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Marcus Gatot, mengakui, memang setiap minggunya untuk kasus DBD di kabupaten Sintang selalu menunjukan peningkatan jumlah kasusnya.<br /><br />" Hingga saat ini sudah mencapai 182 kasus, Kecamatan Sintang 154 kasus. Korban meninggal dunia bertambah tadi subuh mencapai 3 orang. Kasus ini tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Sintang,"Ujarnya.<br /><br />Marcus, melanjutkan hingga saat ini pihaknya belum mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap kasus DBD ini, hal tersebut dilakukan bila mana kasus ini sudah memasuki menjadi wabah.<br /><br />" Namun penetapan wabah ini merupakan wewenang kepala daerah, berlandaskan jumlah kasus dan korban meninggal dunia,"Jelasnya.<br /><br />Terkait dengan Korban meninggal dunia akibat DBD pada Kamis (7/8) subuh, korban anak – anak berusia 9 tahun, merupakan warga Kelurahan Tanjungpuri Kecamatan Sintang. Korban sempat dirawat di Sintang lalu dirujuk ke Pontianak.<br /><br />" Korban mengalami sakit pada tanggal 29 Juli, masuk RSUD Ade. Djoen Sintang pada tanggal 1, lalu dirujuk ke Pontianak pada tanggal 4,"Katanya.<br /><br />Sebelum terjadinya kasus tersebut, Marcus menambahkan, pihaknya telah melakukan fogginisasi di wilayah tersebut, atas permintaan warga masyarakat.<br /><br />" Saat lebaran kemarin kami berupaya ektra, saya mengerahkan petugas untuk lakukan fogging diwilayah tersebut,"Ujarnya.<br /><br />Dinas Kesehatan, selama ini telah berupaya sebaik mungkin, usaha seperti melakukan fogging, pembagian Abate, penyuluhan kepada warga terus dilakukan. Bahkan kedepannya, pihaknya juga akan berkoordinasi kepada tiap sekolah, untuk melakukan fogging di sekolah-sekolah.<br /><br />" Kita terus berupaya, memberikan pemahaman dan pendidikan kepada masyarakat dan orangtua agar peduli dengan kesehatan dan kebersihan lingkungan, juga mengenalkan bahaya DBD dan pencegahannya. Sebab, masih banyak masyarakat yang tidak kooperatif dalam mencagah DBD, dengan enggan menggunakan Abate dan menolak untuk di fogging, artinya kesadaran masih cukup lemah,"imbaunya.<br /><br />Selain itu, marcus juga berharap kepada masyarakat untuk bersama-sama dalam berperang memberantas penyebaran kasus DBD ini, karena tugas pencegahan tidak hanya pada pemerintah, melainkan masyarakat juga. <strong>(fik/das)</strong></p>