Lahan Persawahan Potensial Di Nunukan 46.000 Ha

oleh

Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Daerah (BKPPD) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara menyebutkan lahan persawahan potensial di daerah itu saat ini seluas 46.000 hektar lebih. <p style="text-align: justify;">Kepala BKPPD Kabupaten Nunukan, Ir Jabbar MSi di Nunukan, Senin mengatakan lahan tersebut diupayakan dapat dipertahankan produktifitasnya dalam rangka memenuhi ketersediaan pangan di daerahnya.<br /><br />Pihak BKPPD juga akan mengajukan rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang lahan pangan berkelanjutan untuk menjaga keberadaan lahan tersebut agar tidak dialihfungsikan oleh pemiliknya.<br /><br />Jabbar menyebutkan, produksi padi setiap hektarnya masih berkisar 4,5 ton gabah setiap hektar dan diupayakan lima tahun kedepannya bisa berproduksi sekitar 4,8 ton per hektarnya.<br /><br />"Kita akan upayakan mengajukan ranperda tentang lahan pangan berkelanjutan untuk menjaga keberadaan lahan persawahan yang telah ada sekarang yaitu 46 ribu hektar lebih," terang dia.<br /><br />Sekaitan dengan program tersebut, telah disepakati melalui pertemuan yang dilaksanakan pemerintah Provinsi Kaltim untuk mempertahankan kondisi lahan yang telah ada pada masing-masing kabupaten/kota.<br /><br />Pada pertemuan itu juga disepakati akan dilakukan kerjasama antara Pemprov Kaltim dengan pemerintah kabupaten/kota tentang percepatan peningkatan ketahanan pangan yang akan diperkuat dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU).<br /><br />Ia juga akan meminta kepada pemerintah Kabupaten Nunukan dalam hal ini Bupati Nunukan, Drs Basri juga membuat MoU dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait sebagai tindaklanjut daripada kerjasama dengan Pemprov Kaltim tersebut.<br /><br />"Mudah-mudahan jumlah lahan persawahan yang ada sekarang ini (46.000 hektar) tetap produktif dan tidak dialihfungsikan," harap Jabbar.<strong> (das/ant)</strong></p>