Lahan Pertanian Kurang, Bupati Sintang Ajak Anak Milenial Jadi Petani

oleh

SINTANG, KN, – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengungkapkan lahan pertanian di Kabupaten Sintang masih sangat kurang. Saat ini, luas lahan pertanian hanya ada 7.700 hektare saja. Sementara, untuk bisa memenuhi kebutuhan beras bagi penduduk diperlukan lebih dari 27 ribu hektare lahan pertanian.

“Lahan pertanian kita kurang. Saat ini hanya 7.700 hektare saja. Jumlah itu, tidak semuanya sawah produktif. Masalah pertanian, ini kurang banyak, kurang luas, dan kurang sering (panen). Jadi padi kurang kurang 20 ribu hektare lagi,” ungkap Jarot.

Selain kurang luasnya pertanian, produktivitas sawah juga yang kurang. Jika dirata-rata produktivitas pertanian nasional, setiap satu hektare lahan, dalam sekali panen menghasilkan 5 sampai dengan 6 ton gabah sekali panen.

“Untuk di Kabupaten Sintang, satu hektare lahan dapat 3 ton saja itu sudah luar biasa,” katanya.

Persoalan lainnya, pertanian khusus padi belum bisa rutin panen. Di Kabupaten Sintang, kata Jarot hanya beberapa tempat saja yang menurutnya bisa rutin panennya.

“saya catat itu di baning panjang ada, di merpak ada, sungai maram ada, tapi belum semuanya. Keluhannya takut serangan burung. Kelam permai yang kita harapkan jadi lumbung padi kita belum bisa tanam terus menerus. Hanya beberpa tempat saja. Kalau bisa satu hektare sawah mampu menghasilkan 6 ton gabah. Kita juga kurang sering panen, seharusnya dua sampai tiga kali panen setahun,” katanya.

Jarot juga melihat peranan pemuda kurang disektor pertanian. Lebih banyak orangtua yang mau menjadi petani dibanding anak muda. Padahal kata Jarot, sektor pertanian dan digital akan menjadi unggulan di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Kedepan Jarot berharap, sawah yang sudah ada tidak boleh dialihfungsikan. Bahkan, jika perlu ditambah luasannya.

“Kita masih kurang 20 ribuan hektar sawah. Maka sawah tidak boleh dialih fungsikan. Saya akan keluarkan peraturan bupati sintang tentang lahan penyangga ketahanan pangan yang artinya tidak boleh lagi ada pengalihfungsian lahan pertanian dan perkebunan untuk perumahan dan sebagainya,” tegasnya. (GS)