Lamandau Survei Terinci Darat Dan Udara Bandara

oleh

Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah pada tahun 2011 memprogramkan survei studi kelayakan rencana teknis terinci dari sisi darat dan udara lokasi pembangunan lapangan terbang. <p style="text-align: justify;">"Survei kelayakan rencana teknis terinci (RTT) ini nantinya akan dilakukan konsultan nasional," kata Wakil Bapati Lamandau, Sugiyarto di Nanga Bulik, Rabu. <br /><br />Menurut Sugiyarto, dalam melakukan kegiatan studi kelayakan RTT dari sisi darat dan udara ini pihaknya mengalokasikan dana ratusan juta rupiah dalam APBD tahun depan. <br /><br />Tahun 2010 ini, kata dia, telah dilakukan pembuatan perencanaan gambar dasar (master plan) lokasi pembangunan bandar udara, selain itu juga survei studi kelayakan oleh konsultan nasional dengan kegiatan topografi, foto udara dan keselamatan penerbangan dengan lahan bandara seluas 90 hektare <br /><br />"Dari hasil survei itu, arah angin tidak mengganggu keselamatan penerbangan karena daerah ini masih baru, sehingga lokasi cocok dijadikan bandara," katanya. <br /><br />Sugiyarto mengatakan hasil survei itu nantinya akan dipaparkan oleh pihak konsultan di hadapan Menteri Perhubungan Freddy Numberi dan sesuai hasil studi itu akan ditentukan penetapan lokasi oleh Menteri Perhubungan. <br /><br />Lokasi pembangunan bandar udara di kabupaten yang kaya akan potensi perkebunan kelapa sawit serta tambang bijih besi dan timah hitam ini berada di wilayah Desa Batu Kotam Kecamatan Nanga Bulik. <br /><br />Pemilihan lokasi itu, kata Wakil Bupati Sugiyarto, telah sesuai dan berpedoman pada rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana tataran transportasi lokal (tatraslok) daerah ini. <br /><br />"Pembangunan bandara ini sebagai upaya memberikan pelayanan jasa transportasi udara yang cepat dan mudah kepada masyarakat serta investor yang berinvestasi di daerah ini," katanya. <br /><br />Menurut Sugiyarto, selama ini kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat itu belum memiliki bandara. Oleh karena itu, guna menunjang pembangunan sehingga sudah layaknya dibangun lapangan terbang. <br /><br />Apalagi, kata dia, selama ini warga masyarakat di kabupaten berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Barat itu bila bepergian ke luar daerah terutama ke Palangkaraya ibu kota Kalteng harus menempuh perjalanan darat selama 10 jam. <br /><br />"Angkutan udara ini dapat mempersingkat jalur transportasi akses keluar daerah," kata dia. <br /><br />Tahapan selanjutnya setelah studi kelayakan RTT dari sisi darat dan udara, dilakukan penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). <br /><br />"Kami mengharapkan dukungan pemerintah provinsi dan pusat, karena pembangunannya membutuhkan dana relatif besar sehingga bandara ini cepat terealisasi," kata Sugiyarto. <strong>(das/ant)</strong></p>