Lantamal XII Siap Amankan Perbatasan Laut Kalbar

oleh

Komandan Pangkalan Utama TNI AL XII Pontianak, Laksamana Pertama TNI Heru Santoso menyatakan kesiapannya untuk mengamankan perbatasan laut Indonesia (Kalbar) dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Laut Natuna. <p style="text-align: justify;">"Sudah menjadi tugas kami dalam mengamankan wilayah perairan Indonesia, termasuk kekayaan sumber daya alam yang terkandung didalamnya, seperti mencegah pencurian ikan oleh nelayan asing dan lain sebagainya," kata Heru Santoso seusai memimpin upacara peringatan HUT TNI AL ke-70 di Mako Lantamal XII Pontianak, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan, sekitar 12 KRI yang secara rutin menjaga dan melakukan patroli di ALKI I (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang termasuk wilayah tugas Lantamal XII dan Lantamal lainnya.<br /><br />"Pengamanan seperti itu, dilakukan guna mencegah dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi saat melakukan kunjungan kerja di Pontianak awal Agustus 2015 mengatakan Pangkalan Utama TNI AL XII Pontianak, akan diperkuat tiga kapal perang untuk menjaga perairan wilayah barat.<br /><br />"Lantamal XII Pontianak nantinya akan diperkuat minimal tiga kapal perang panjang 40 hingga 60 meter, kemudian setingkat Lanal juga akan diperkuat minimal tiga kapal patroli ukuran kecil," kata Ade Supandi.<br /><br />Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) wilayah perairan Kalbar memiliki tingkat kerawanan yang tinggi, seperti pencurian ikan oleh nelayan-nelayan asing.<br /><br />Ada tiga wilayah perairan Indonesia yang menjadi primadona pencurian ikan bagi nelayan asing karena kaya akan ikan dan sumber daya kelautan lainnya, yaitu perairan Natuna, perairan Arafura, dan perairan Utara Sulut.<br /><br />Perairan Kalbar termasuk dalam Zona III bersama Natuna, Karimata dan Laut China Selatan dengan potensi ikan tangkap sebanyak satu juta ton per tahun. Jenis ikan bervariasi seperti tongkol, tenggiri dan cumi-cumi.<br /><br />Luas areal perairan Kalbar sampai Laut Cina Selatan seluas 26.000 km, meliputi 2.004.000 hektare perairan umum, 26.700 hektare perairan budi daya tambak, dan 15.500 hektare laut. (das/ant)</p>