Lapas Sampit Kelebihan Penghuni

oleh

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kelebihan penghuni atau over kapasitas. <p style="text-align: justify;">Kepala Lapas Klas IIB Sampit Rahmad Mulyana di Sampit, Rabu, mengatakan, penghuni Lapas Sampit atau warga binaan saat ini ada sebanyak 400 orang lebih padahal daya tampung gedung hanya untuk 300 orang saja.<br /><br />Banyaknya warga binaan yang menghuni Lapas Sampit juga tidak seimbang dengan jumlah satuan keamanan, sehingga narapidana rawan melarikan diri.<br /><br />Lapas Klas IIB sampit tidak hanya menampung warga binaan dari Kabupaten Kotawaringin Timur saja, tapi juga dari Kabupaten Seruyan dan Katingan.<br /><br />Jumlah ruang tahanan dan petugas keamanan di Lapas Klas IIB Sampit perlu ada penambahan. Selama ini dari 400 warga binaan hanya diawasi oleh tujuh orang petugas setiap harinya.<br /><br />Menurut Rahmad, selain perlu adanya penambahan personel petugas untuk memudahkan dan meningkatkan pengawasan keamanan, Lapas Klas IIB Sampit juga perlu dilengkapi dengan kamera pengintai atau "closed circuit television (CCTV)".<br /><br />Seringnya pemadaman aliran listrik yang terjadi secara mendadak pada malam hari juga dapat melemahkan pengawasan keamanan, untuk itu dibutuhkan tenaga pembangkit listrik tersendiri agar penerangan di Lapas tetap selalu ada.<br /><br />"Kami harap semua kekurangan yang ada di Lapas Klas IIB Sampit dapat segera terpenuhi, sebab semua itu demi kelencaran dan kenyamanan penghuni Lapas," katanya.<br /><br />Meski telah terjadi kelebihan penghuni, para warga binaan tetap mendapatkan jatah makan sesuai ketentuan, yakni tiga kali dalam sehari.<br /><br />Sementara Anggota Komisi A DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) daerah pemilihan Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan, Yohanes Fredi Ering saat melakukan kunjungan kerja ke Lapas Klas IIB Sampit mengatakan, keberadaan bangunan Lapas Sampit perlu di lakukan penambahan ruangan mengingat jumlah penghuninya sudah melebih kapasitas.<br /><br />"Kami harap pemerintah daerah perlu memberikan dukungan dan melakukan penambahan ruang tahanan, sebab semua itu demi kepentingan masyarakatnya yang menjadi warga binaan," terangnya.<br /><br />Dirinya juga berjanji kedepannya akan memperjuangkan bantuan dana dari pemerintah provinsi untuk penambahan ruang tahanan tersebut.<br /><br />Kondisi ruang tahanan yang dihuni oleh ratusan warga binaan sudah saatnya dilakukan penambahan dan perbaikan. <strong>(das/ant)</strong></p>