Layar – Kaltim Tetap Bangga Terhadap Atlet Skoi

oleh

Kalimantan Timur tetap bangga terhadap dua siswa Sekolah Khusus Olahragawan Indonesia (SKOI) Kaltim yang juga atlet layar, yakni Arlisa Amari dan Risky Ramadhani, meskipun gagal meraih medali SEA Games 2013 di Myanmar. <p style="text-align: justify;">"Kegagalan mereka di SEA Games 2013 adalah sukses yang tertunda karena usia mereka relatif masih sangat muda sehingga kami optimistis ke depan keduanya bisa meraih prestasi lebih baik," kata Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Ego Arifin di Samarinda, Rabu.<br /><br />Apalagi, katanya, Kaltim tidak membebani mereka dengan target medali, tetapi diamanatkan agar bisa tampil optimal.<br /><br />Ego menjelaskan bahwa alasan Kaltim tetap membanggakan mereka karena berhasil menyisihkan banyak atlet hebat sehingga mereka termasuk yang dipilih masuk Pelatnas.<br /><br />Pihaknya menyadari bahwa persaingan pada cabang olahraga air itu, khususnya layar, sangat ketat karena harus menghadapi lawan tangguh dari Singapura, Malaysia, dan Thailand sehingga Indonesia hanya menergetkan satu emas.<br /><br />Ego mengatakan bahwa Kaltim tetap mengandalkan mereka pada PON 2016 di Jawa Barat.<br /><br />Pada SEA Games 2013, dari 45 atlet Kalimantan Timur yang ikut memperkuat Timnas bisa menyumbang 29 medali, yakni 7 emas, 7 perak, dan 3 perunggu.<br /><br />Emas itu masing-masing kempo 3 emas, dan masing-masing 1 medali emas dari gulat, balap sepeda, catur, dan angkat besi. Atlet Kaltim mengikuti 10 cabang olahraga saja. (das/ant)<br /><br />Bawaslu Kalbar Selidiki Caleg Gunakan Fasilitas Negara  <br />Pontianak, 15/1 (Antara) – Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kalimantan Barat sedang menyelidiki calon anggota legilatif DPR RI yang terindikasi menggunakan fasilitas negara saat melakukan kampanye.<br /><br />"Kami saat ini sedang menyelidiki terkait informasi yang menyatakan ada seorang caleg DPR RI yang menggunakan fasilitas negara," kata Ketua Bawaslu Kalbar Ruhermansyah di Pontianak, Rabu.<br /><br />Ia menjelaskan, dari informasi yang pihaknya dapat caleg DPR RI itu diduga sering numpang atau gunakan fasilitas seorang bupati.<br /><br />"Kami siap memproses kalau memang dugaan itu benar, karena itu sudah termasuk pelanggaran," ujarnya.<br /><br />Menurut dia, sudah ditegaskan dalam undang-undang bahwa, baik partai politik dan caleg dilarang kampanye menggunakan fasilitas negara, seperti menggunakan dana APBD maupun APBN dalam bentuk apapun.<br /><br />Ia mencontohkan seorang caleg itu, memang kebetulan dekat dengan bupati, dimana setiap bupati itu melakukan kujungan kerja misalnya, caleg itu selalu ikut.<br /><br />"Hal itu yang akan kami selidiki, keikutsertaan caleg itu dalam setiap kegiatan bupati itu, sudah termasuk melakukan kegiatan kampanye atau tidak," ujarnya.<br /><br />Kalau hasil penyelidikan, nantinya caleg itu memang diundang dalam berbagai kegiatan karena dianggap tokoh masyarakat, serta tidak ada kegiatan kampanye, maka tidak termasuk pelanggaran, katanya.<br /><br />"Tetapi kalau sebaliknya, maka dianggap caleg tersebut sudah melakukan pelanggaran, sehingga akan diproses sesuai ketentuan," kata Ruhermansyah.<strong> (das/ant)</strong></p>