Legislator Diminta Bantu Selesaikan Polemik Pasar Mangkikit

oleh

Kalangan aktivis di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah meminta DPRD turun tangan membantu menyelesaikan berbagai permasalahan, khususnya polemik pembangunan Pasar Mangkikit. <p style="text-align: justify;">"Selama ini sudah beberapa kali surat kami layangkan tentang bermacam permasalahan yang terjadi di masyarakat untuk dicarikan solusinya melalui RDP (rapat dengar pendapat) oleh DPRD, tapi satu pun tidak ditanggapi," kata Ketua Forum Bersama Lembaga Masyarakat Kotim, Audy Valent di Sampit, Rabu.<br /><br />Banyak masalah yang terjadi di masyarakat yang seharusnya menjadi perhatian legislator di DPRD Kotim. Salah satu adalah menggelar rapat dengar pendapat dengan memanggil instansi yang bertanggung jawab terhadap permasalahan tersebut.<br /><br />Sejumlah permasalahan yang saat ini dikeluhkan masyarakat yaitu pemadaman listrik, distribusi air bersih oleh PDAM, polemik tambang pasir atau galian C serta protes warga terhadap pembangunan Pasar Mangkikit atau sering disebut dengan pasar subuh.<br /><br />Pembangunan Pasar Mangkikit yang masih berlangsung, menimbulkan keresahan warga di sekitarnya. Pasalnya, belakangan mencuat rencana penggusuran terhadap sejumlah rumah warga setempat.<br /><br />"Kita curiga pada anggota dewan yang tidak bersuara mendukung RDP Pasar Mangkikit. Tidak menutup kemungkinan ‘masuk angin’ atau tidak peka terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Kalau cuma satu anggota dewan yang bersuara lantang meminta RDP, saya yakin hasilnya tidak akan maksimal karena cuma satu orang yang prorakyat," ujar Audy.<br /><br />Audy berharap berbagai permasalahan yang terjadi saat ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Rapat dengar pendapat sudah seharusnya dilakukan oleh DPRD. Setidaknya untuk mencari penjelasan dan kejelasan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab.<br /><br />Sangat disayangkan jika para legislator menganggap sepele masalah yang terjadi dalam masyarakat. Audy khawatir kekecewaan masyarakat akan memuncak sehingga bisa memicu munculnya konflik.<br /><br />"Anggota dewan di Kotawaringin Timur yang sekarang ini, sepertinya tidak peka terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Anggota dewan yang sekarang, didemo dulu baru RDP. Contohnya seperti permasalahan pasir (galian C) kemarin," ujar Audy.<br /><br />Audy masih menaruh harapan agar DPRD segera menyikapi permasalahan-permasalahan tersebut. Masyarakat memilih dan memberi kepercayaan kepada para legislator dengan harapan bisa membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi tersebut. (das/ant)</p>