Legislator Harapkan Angkutan Ka Di Kalsel Terwujud

oleh

Ketua Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan Bardiansyah mengharapkan, pemerintah segera mewujudkan moda angkutan kereta api di provinsi, yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut. <p style="text-align: justify;">"Saya mendukung rencana pembangunan rel kereta api (KA) tersebut," ujarnya sebelum rapat kerja Komisi III DPRD Kalsel dengan Dinas Pekerjaan Umum provinsi setempat di Banjarmasin, Rabu.<br /><br />Informasi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kalsel, terangnya, rencana pembangunan rel KA tersebut pada tahap awal adalah ruas Banjarmasin-Tabalong atau berada di wilayah paling utara provinsi.<br /><br />Namun, Ketua Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi perhubungan, pertambangan dan energi, serta lingkungan hidup itu mengaku, pihaknya belum membahas atau membicarakan lebih jauh rencana pembangunan rel angkutan KA tersebut.<br /><br />Dalam rapat kerja (raker) bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Kalsel, Komisi III DPRD setempat masih sebatas evaluasi dan monitoring pelaksanaan APBD provinsi tahun 2016.<br /><br />"Tapi pada kesempatan raker dengan SKPD jajaran Pemprov Kalsel, kita akan bicarakan pula rencana pembangunan rel angkutan KA di provinsi tertua di Kalimantan ini," tutur politisi senior Partai Golkar tersebut.<br /><br />Pasalnya, lanjutnya, rencana pembangunan rel angkutan KA tersebut mungkin banyak persoalan yang memerlukan pembahasan secara lebih seksama, antara lain terkait analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).<br /><br />Selain itu, mungkin nanti ada keterkaitan dengan pembiayaan yang berhubungan APBD Kalsel, serta masalah teknis lain guna kelancaran pembangunan rel angkutan KA tersebut, kata Bardiansyah.<br /><br />Sementara itu, warga daerah hulu sungai atau "Banua Anam" Kalsel mengungkapkan, di daerahnya tempo dulu ketika masa pendudukan Jepang juga sudah ada rel angkutan kereta api.<br /><br />"Hanya saja rel angkutan kereta api pada masa Jepang tersebut cuma untuk mengangkut hasil tambang batu bara, bukan buat penumpang umum," ungkap Nyamat (80), warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel.<br /><br />Rel angkutan kereta api itu dari daerah Pengaron, Kabupaten Banjar, Kalsel sampai Mangunang HST itu melintas kawasan Pegunungan Meratus, katanya. (das/ant)</p>