Legislator Imbau Gunakan Angkutan Resmi Saat Mudik

oleh

Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengimbau kepada seluruh masyarakat setempat untuk menggunakan angkutan resmi dan terdaftar ketika ingin mudik lebaran Idul Fitri 1435 Hijriyah. <p style="text-align: justify;">"Demi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang, masyarakat diharap teliti memilih angkutan mudik, terutama jenis angkutan darat, jangan sampai naik angkutan liar atau tidak resmi," kata anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Jum’atni, Minggu, di Palangka Raya.<br /><br />Kendaraan angkutan mudik yang tidak berizin tentunya sangat membahayakan penumpang, sebab rawan terjadi tindak kejahatan, dan jika terjadi kecelakaan luka, cacat atau hingga meninggal korbannya tidak akan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja. ucap Politisi PAN itu.<br /><br />"Saya berharap warga ‘Kota Cantik’ Palangka Raya bisa memanfaatkan angkutan resmi dan tidak menggunakan angkutan ilegal, agar bisa lebih terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan," pintanya.<br /><br />Pihaknya juga meminta pada pemilik jasa angkutan penumpang agar secara kooperatif mendaftarkan jasa angkutannya agar mendapatkan izin beroperasi karena hal itu akan mendukung proses jalannya mudik lebaran.<br /><br />Sementara, Kepala Dishubkominfo Palangka Raya, Renson pernah mengatakan sebelum H-7 Idul Fitri 1435 Hijriyah, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kendaraan angkutan penumpang mudik lebaran khususnya di Palangka Raya sudah memenuhi syarat atau layak beropersi.<br /><br />Setelah itu juga akan dilakukan kesehatan sopir, apakah betul-betul sehat atau adanya dugaan indikasi pemakaian obat-obatan terlarang. Sebab kesehatan sopir sangat penting bagi penumpang mudik antar daerah.<br /><br />"Kami hanya tidak ingin kendaraan angkutan penumpang mudik Lebaran beserta sopirnya dalam keadaan tidak sehat dan stabil, sebab akan mengakibatkan bahaya bagi penumpang mudik lebaran," katanya.<br /><br />Oleh sebab itu pihak Dishubkominfo Palangka Raya akan terus berupaya mengontrol dan membantu para pemudik lebaran, baik melalui jalur darat maupun pengaturan arus mudik. <strong>(das/ant)</strong></p>