Legislator: Limbah Oli Bekas Mengancam Lingkungan

oleh

Anggota DPRD Kalimantan Timur Abdurrahman Alhasni mengatakan keberadaan oli bekas sudah sangat luas dari kota besar sampai ke wilayah pedesaan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. <p style="text-align: justify;">"Sayangnya dari penyebaran tersebut hingga saat ini belum ada pengawasan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan yang disebabkan limbah oli bekas tersebut," kata Alhasni di Samarinda, Minggu.<br /><br />Padahal, oli bekas merupakan senyawa hidrokarbon yang dapat merubah struktur dan fungsi tanah, sehingga produktifitas tanah menjadi menurun, katanya.<br /><br />Dari persebaran tersebut haruslah dilakukan pengawasan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan oleh limbah oli bekas tersebut," kata Alhasni.<br /><br />Saat ini, belum ada aturan baku bagi pengusaha bengkel terkait penanganan limbah tersebut, bahkan mereka kerap langsung membuangnya ketanah sekitar ataupun saluran parit, katanya.<br /><br />"Pencemaran oli bekas dapat terjadi dikarenakan tidak adanya sistem yang baku mengenai pengelolaan minyak pelumas bekas terutama dari bengkel  bengkel kendaraan bermotor,  <br /><br />Menurutnya, para bengkel maupun perorangan jika sudah bertahun-tahun melakukan pembuangan limbah sembarangan ke lingkungan pemukiman maupun sungai maka dapat dibayangkan bagaimana ancamannya.<br /><br />Agar bisa teredam, pemerintah wajib menghadirkan produk hukum yang mampu meminimalisir perusakan lingkungan yang diakibatkan limbah itu.<br /><br />Produk hukum adalah jawaban yang paling tepat dalam menjawab persoalan tersebut agar para bengkel motor maupun perorangan lebih tertip dalam membuang limbah oli bekas sehingga tidak membahayakan lingkungan, kata Alhasni.<br /><br />Tidak hanya pada tingkat peraturan daerah saja melainkan hal yang tidak bisa dipisahkan adalah bagaimana pemerintah dengan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam hal pengawasan berkala, katanya.<br /><br />"Pengawasan itu sifatnya mutlak. Karena, tanpa pengawasan, peraturan cenderung tak diindahkan. Sama dengan bohong," kata Alhasni. <strong>(das/ant)</strong></p>