Legislator Minta Pelaku Pembakar Lahan Ditindak Tegas

oleh

Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Dadang H Syamsu meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku pembakar lahan baik warga masyarakat maupun perusahaan sawit. <p style="text-align: justify;">"Sampai saat ini setahu saya di Kotawaringin Timur belum ada pihak yang dijerat hukum atau dijadikan tersangka, padahal pelakunya jelas ada, apa lagi informasinya ada titik api di lokasi perkebunan sawit," katanya kepada wartawan di Sampit, Jumat.<br /><br />Menurut Dadang, tidak cukup hanya dengan melakukan penyegelan terhadap lahan perkebunan sawit yang diduga sengaja dibakar, tetapi harus adanya sanksi tegas.<br /><br />Sanksi tegas diharapkan dapat memberikan efek jera terhadap pihak perusahaan perkebunan sawit.<br /><br />Membuka lahan perkebunan sawit dengan cara membakar merupakan tindak kejahatan lingkungan yang harus dicegah dan dihentikan.<br /><br />Dadang menilai pembakaran lahan memang menjadi "ritual" tahunan, sementara upaya dan sosialiasi pencegahan kepada warga memang tidak efektif. Karena itu, harus ada upaya lain yang dilakukan pada tahun berikutnya untuk menekan kebakaran lahan yang menyebabkan kabut asap yang kian pekat ini.<br /><br />"Kesadaran masyarakat maupun perusahaan sawit akanp dampak kebakaran lahan gambut dan hutan masih rendah dan jauh dari harapan, maka kita terus gagal menekan kebakaran setiap tahunnya, terutama di Kotawaringin Timur," ungkapnya.<br /><br />Di sisi lain, Dadang juga menilai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim sudah mulai kewalahan dalam menghadapi kebakaran lahan gambut dan hutan.<br /><br />Hal itu dikarenakan kebakaran lahan gambut di Kotawaringin Timur terus meluas dan lokasi sulit dijangakau oleh fasilitas dan peralatan yang dimilki BPBD.<br /><br />"Perlu ada peremajaan dan peningkatan peralatan di BPBD setempat. Kalau bisa dianggarkan pada APBD murni 2016 nanti sudah mulai dicicil untuk melengkapi mana alat yang masih kurang," katanya. (das/ant)</p>