Legislator Nilai Pembangunan Belum Adil Di Kotim

oleh

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Rudianur menilai pelaksanaan pembangunan belum adil karena masih banyak tuntutan masyarakat yang perlu diperhatikan pemerintah daerah itu. <p style="text-align: justify;">"Pembangunan yang dilaksanakan seharusnya mencerminkan azas keadilan, proporsional sesuai kemampuan keuangan agar masyarakat dari ujung utara hingga selatan tidak terjadi disparitas mencolok antara kecamatan, antarkelurahan dan antardesa,: katanya di Sampit, Jumat.<br /><br />Akibat kurang adil pembangunan itu, peningkatan infrastruktur di beberapa wilayah di Kotim tidak merata. Peningkatan pendidikan, terutama tenaga pendidik juga belum merata. Bahkan penyediaan fasilitas dan tenaga kesehatan juga masih kurang memadai.<br /><br />Rudianur mengungkapkan, pemerintah daerah perlu meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan serta pelayanan birokrasi dan pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat yang jauh dari ibu kota kabupaten.<br /><br />"Pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pencapaian kuantitas, tapi harus melalui tahapan, program dan perencanaan yang matang, serta adanya pengawasan dari intansi terkait atau dinas teknis agar kualitasnya bermanfaat nyata, ekonomis, efektif dan efesien dalam penggunaan anggaran," katanya.<br /><br />Rudianur meminta pemerintah daerah mengutamakan kepentingan masyarakat luas dan mengabaikan kepentingan golongan tertentu.<br /><br />"Saya berharap pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkait atau dinas, untuk bisa membedakan mana pembangunan yang untuk kepentingan masyarakat banyak dan mana yang untuk golongan tertentu," ucapnya.<br /><br />Rudianur meminta pemerintah meningkatkan serapan anggaran karena pada tahun anggaran 2014 lalu, serapan anggaran hanya mencapai 87,85 persen dari totol anggaran sebesar Rp1,2 triliun lebih.<br /><br />"Meski serapan anggaran 2014 belum memuaskan, namun kerja keras dan perjuangan pemerintah dalam menggunakan anggaran patut diberikan apresiasi. Kami dari fraksi Golkar tetap berharap serapan anggaran bisa lebih baik lagi di masa mendatang," katanya. (das/ant)</p>