Legislator : Pembangunan Infrastruktur Kalsel Tunjukan Kemajuan

oleh

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Kalimantan Selatan H Rusdiansyah Asnawi berpendapat, pembangunan infrastruktur di provinsinya itu terus menunjukkan kemajuan. <p style="text-align: justify;">"Syukur alhamdulillah berkat kemerdekaan, pembangunan infrastruktur di provinsi yang kini terdiri 13 kabupaten/kota terus menujukan kemajuan," tegasnya menjawab Antara Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Sabtu.<br /><br />Laki-laki asal Limbar Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel yang berusia 74 tahun itu menyatakan, pendapat atau penilaiannya tersebut bukan mengada-ada, tapi merupakan kenyataan.<br /><br />Kemajuan itu, menurut dia, terlihat antara lain pada pembangunan jalan raya dan kelistrikan, walau belum menjangkau seluruh pelosok daerah terpencil, tapi sudah cukup memadai.<br /><br />Sebagai contoh jalan antara Banjarmasin – daerah hulu sungai atau "Banua Aman" Kalsel, terutama yang menghubungkan Barabai (165 kilometer utara Banjarmasin), ibukota HST.<br /><br />Mantan Ketuan Dewan Mahsiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin itu mengungkapkan, pada tahun 1960-an jalan antara "kota apam" Barabai – ibukota Kalsel sulit bagi mobil untuk berselisih jalan (basalisihan).<br /><br />"Apalagi kalau mobil yang basalisihan itu sama-sama besar, misalnya truk atau bis, sehingga yang satunya harus mengalah agak ke tepi atau sedikit keluar dari badan jalan," tuturnya.<br /><br />Begitu pula jalan antaran Birayang, ibukota BAS – Barabai yang mendapat julukan Bandung Kalimantan yang berjarak sekitar sembilan kilometer itu selain sempit, juga penuh bebatuan atau beraspal mulus.<br /><br />"Tapi kini, jalan antara Birayang – Barabai sudah lebar dan mulus beraspal. Bahkan beberapa jaringan jalan menuju daerah pedalaman Pegunungan Meratus di HST tersebut juga sudah beraspal, yang pada tahun 1960-an hanya berupa jalan tanah," ungkapnya.<br />Mengenai kelistrikan, mantan Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kalsel yang kini Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin itu, mengatakan, penerangan listrik sudah hampir memasuki seluruh pedesaan atau daerah terpencil, bahkan sampai ke beberapa kawasan pegunungan.<br /><br />"Jadi betul ucapan Proklamator Kemerdekaan RI yang juga presiden pertama negara ini, mendiang Soekarno, bahwa pada saatnya listrik sampai ke lembah dan puncak gunung," kutip mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) itu.<br /><br />Oleh karenanya, lanjut kakek kelahiran 7 September 1941 atau berbintang Scorpio itu, desa-desa yang dulu gelap gulita, kecuali terangnya cahaya bulan, kini sudah terang dengan lampu listrik.<br /><br />Begitu pula rumah-rumah penduduk di pedesaan yang hanya bisa menikmati terangnya pelita atau lampu teplok, kini sudah benderang denga cahaya listrik, ujar mantan Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) ManadoN Sulutu, Palangkaraya, Kalsel dan Banjarmasin, Kalsel itu.<br /><br />"Oleh karena itu, sudah sepatutnya pula kita bersyukur kepada Allah swt dan berterima kasih kepada pendahulu/pelaku pembangunan yang menghantarkan untuk menuju kemajuan," ujarnya.<br /><br />Selain itu, memelihara hasil pembangunan dan terus berupaya mengisi kemerdekaan dengan karya-karya nyata agar masa depan negara dan bangsa ini lebih baik lagi, demikian Rusdiansyah. (das/ant)</p>