Legislator: Pembangunan Kotawaringin Timur 2016 Harus Merata

oleh

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Rudianur meminta agar pelaksanaan pembangunan 2016 harus lebih berpihak kepada kepentingan rakyat dan merata dari perkotaan hingga pedalaman. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami ingin pembangunan nantinya benar-benar merata dari wilayah perkotaan hingga daerah pedalaman, yang terpencil sekalipun, harus bisa turut menikmati pembangunan," katanya di Sampit, Senin.<br /><br />Selama ini pembangunan di Kotawaringin Timur belum berdasarkan pada asas keadilan karena masih banyak aspirasi masyarakat yang tidak terakomodasi.<br /><br />Akibat dari tidak terakomodasinya aspirasi rakyat tersebut pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur hanya terlihat maju di wilayah perkotaan saja, sementara di daerah pedesaan dan pedalaman banyak yang tertinggal.<br /><br />Rudianur mengungkapkan, sebelumnya masa pemerintahan Supian Hadi menargetkan hingga akhir 2015 pembangunan sudah merata, semua desa maju, punya listrik, jalan enak dilalui dan tidak ada krisis air bersih.<br /><br />"Target itu masih sebatas angan, untuk itu saya berharap program pembangunan 2016 harus prorakyat," katanya.<br /><br />Rudianur mengungkapkan, pemerataan pembangunan hingga ke daerah pedalaman pada 2016 nanti sangat memungkinkan karena anggaran cukup tersedia.<br /><br />Berdasarkan laporan pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, struktur APBD 2016 nantinya mencapai sebesar Rp1,4 triliun.<br /><br />Untuk pendapatan ditetapkan sebesar Rp1.365 miliar. Belanja sebesar Rp1.402 miliar dan terjadi defisit sebesar Rp36,8 miliar atau sebesar 2,70 persen.<br /><br />Sedangkan untuk perkiraan penerimaan pembiayaan sebesar Rp42,2 miliar dan perkiraan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp5,4 miliar serta untuk pembiayaan neto sebesar Rp36,9 miliar.<br /><br />Dari sisi pendapatan daerah tahun 2016 yang diajukan tidak mengalami kenaikan, sehingga pendapatan tetap sebesar Rp1.365 miliar.<br /><br />Sedangkan dari sisi belanja daerah tahun anggaran 2016 yang semula diajukan sebesar Rp1.389 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp12,97 miliar. sehingga belanja menjadi sebesar Rp1.402 miliar.<br /><br />"Kenaikan belanja ini akan dialokasikan pada belanja langsung yang semula diajukan sebesar Rp637.444.548.000 mengalami kenaikan sebesar Rp650 miliar," terangnya.<br /><br />Kemudian dari sisi defisit anggaran juga mengalami kenaikan, yang semula diajukan sebesar Rp23,9 miliar atau 1,75 persen naik menjadi sebesar Rp12,9 miliar, sehingga defisit anggaran menjadi sebesar Rp36,8 miliar atau 2,70 persen. (das/ant)</p>