Legislator : Siapkan Masyarakat Hadapi Pasar Bebas

oleh

Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Josep mengatakan masyarakat harus disiapkan dalam menghadapi pasar bebas, yaitu tahun 2015 adalah tahun diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN atau, ASEAN Economic Community (AEC). <p style="text-align: justify;"><br />"Ini merupakan pemberlakuan pasar bebas di kalangan negara ASEAN. Akibatnya suka atau tidak, siap atau tidak, Indonesia harus masuk dalam tatanan ekonomi di mana serbuan arus barang dan jasa dari negara-negara ASEAN sangat terbuka lebar," kata Josep di Samarinda, Kamis.<br /><br />Pada pasar bebas nantinya tidak ada lagi aturan yang dapat menghambat masuknya barang-barang impor dari negara ASEAN. Pemberlakuan AEC 2015 bertujuan menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil, makmur, berdaya saing tinggi, dan secara ekonomi terintegerasi dengan regulasi efektif untuk perdagangan dan investasi dan modal serta difasilitasinya kebebasan pergerakan pelaku usaha dan tenaga kerja untuk menghadapan persaingan ekonomi dunia, katanya.<br /><br />"Implementasi AEC 2015 akan berfokus pada 12 sektor prioritas yang terdiri atas tujuh sektor barang, yakni industri, pertanian, peralatan elektronik, otomotif, perikanan, industri berbasis karet, industri berbasis kayu dan tekstil," kata Josep.<br /><br />Josep menjelaskan bahwa lima sektor jasa yakni transportasi udara, pelayanan kesehatan, pariwisata, logistik dan industry teknologi informasi atau e-ASEAN.<br /><br />"Menyikapi persoalan tersebut pihaknya meminta pemerintah daerah agar secara intensif melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada jajaran pemerintah, para pelaku usaha, seluruh pemangku kepentingan perekonomian dan masyarakat agar benar-benar mengerti dan memahami hakekat dari pemberlakuan pasar bebas masyarakat ekonomi ASEAN dimaksud," kata Josep.<br /><br />Menurut dia, masyarakat luas harus mengerti apa konsekuensi dari pasar bebas tersebut dan bagaimana menyikapinya dengan kondisi keterbatasan daya saing produk-produk daerah, terbatasnya akses pasar dan masih lemahnya sumber daya manusia.<br /><br />"Jangan sampai masyarakat dan pelaku usaha kita hanya menjadi penonton dalam kancah perekomonian nasional maupun ASEAN, sehingga menyebabkan mereka bagaikan tamu di rumah sendiri," kata Josep.<strong> (das/ant)</strong></p>