Lelang Pengadaan PLN Diduga Tidak Sesuai Mekanisme

oleh

Proses lelang pengadaan suku cadang tambahan untuk pemeliharaan Mayo Overhoul (MO) mesin MAK type 8 M 453C S/N 27270 PLTD yang ada di Sungai Wei, Sektor Kapuas yang dilakukan oleh PT PLN Wilayah Kalimantan Barat diduga dilakukan tidak sesuai dengan mekanisme pelelangan. <p style="text-align: justify;">"Kenapa kita berani mengatakan bahwa proses lelang pengadaan suku cadang untuk mesin tersebut tidak sesuai dengan mekanisme pelelangan, karena PLN telah melakukan pemasangan terlebih dahulu terhadap suku cadang tersebut pada mesin MAK 8 M 453C S/N 27270. Padahal, mekanisme lelang masih berlangsung," kata salah seorang peserta lelang, Noval Hasan, yang mewakili PT Jage Muare Ulakan.<br /><br />Dia menjelaskan, pihaknya telah mengikuti proses lelang yang dilakukan oleh panitia II pengadaan barang dan jasa borongan PT PLN Wilayah Kalbar yang telah menerbitkan pengumuman di website E-proc PLN.<br /><br />"Pada tanggal 24 Juli 2012 kami menemukan spare part Mak yang berupa connecting rod dilokasi PLTD Sei Wei yang akan di pasang atau di laksanakan pekerjaan MO untuk unit VI s/n 27270 yang kami duga spare parts tersebut adalah barang yang termasuk ke dalam material yang akan di lelangkan sesuai dengan pengumuman yang telah di terbitkan. Namun pada tanggal 11 Agustus 2012 kami mengetahui barang tersebut sudah terpasang di unit VI tersebut sudah dalam kondisi berfungsi,"tuturnya.<br /><br />Noval mengindikasi hal tersebut berarti pengerjaan yang seharusnya melalui proses lelang tersebut sudah dilaksanakan terlebih dahulu.<br /><br />Terkait hal tersebut, lanjutnya, PT PLN Wilayah Kalbar pun berusaha memberikan penjelasan kepada para peserta lelang yang seharusnya bersaing secara sehat.<br /><br />"Tanggal 31 Agustus 2012 pukul 14.00 WIB, panitia lelang pun mengundang para peserta lelang untuk mengadakan rapat sekaligus memberikan penjelasan kepada para peserta lelang tersebut. Panitia mengatakan jika pihaknya sudah mengetahui pemasangan alat yang akan di lelang itu,"katanya.<br /><br />Menurutnya Direktur PT Sinar Timur Utama Raya, Jony Yuwandy mengakui dihadapan peserta dan panitia lelang telah melaksanakan pengadaan dan pemasangan material yang akan dilelangkan.<br /><br />"Direktur perusahaan tersebut mengakui jika melaksanakan proyek tersebut berdasarkan perintah oknum pejabat PT PLN Wilayah Kalbar. Ini bisa dikatakan KKN dan konspirasi antara penyedia dan oknum pejabat PT PLN wilayah Kalbar dengan merekayasa suatu pekerjaan yang dilaksanakan terlebih dahulu sebellum dilakukan pelelangan," kata Noval.<br /><br />Dikonfirmasi terpisah, Kepala Humas PT. PLN Wilayah Kalbar, Muhammad Doing mengungkapkan pemasangan alat tersebut dilakukan karena terjadi emergency karena terdapat mesin yang rusak dan harus di perbaiki segera.<br /><br />"Emergency, rusak dan harus di perbaiki segera dan ada yang mau memperbaikinya, jadi selama perbaikannya itu di lakukan sistem tender, ternyata perusahaan tersebut yang menang. Makanya PT PLN berterima kasih kepada orang itu, karena sudah dikerjakan,"kata Doing.<br /><br />Dia menyatakan, PT PLN Kalbar sudah melakukan koordinasi dan pertemuan dengan kontraktor lain yang ikut dalam pelelangan tersebut. Namun, kontraktor lainnya tidak berani mengerjakan duluan.<br /><br />"Makanya kita sangat berterima kasih, kepada PT Sinar Timur Utama yang sudah membantu kita disaat dalam keadaan darudat. Apa lagi perusahaan tersebut sebelumnya merupakan pemenang dari tender tersebut sebelumnya, makanya kita berani melakukan pemasangan suku cadang tersebut, karena kita sendiri dalam keadaan darudat dan mesin itu harus di perbaiki segera,"tuturnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>