Lestarikan Lingkungan Melalui Lomba Memancing

oleh

Beberapa spesies asli ikan di Kabupaten Sintang, sudah langka dan sulit didapatkan. Apabila tidak dilakukan upaya pelestarian, dikhawatirkan akan menjadi punah. Bahkan ada diantaranya yang telah punah. Demikian disampaikan oleh Bupati Sintang Milton Crosby ketika membuka lomba memancing Piala Bupati Cup, Minggu pagi (03/06/2012)di sebuah kolam pemancingan di kawasan Tanjung Puri Sintang. <p style="text-align: justify;">Bupati mengatakan, didunia ini hanya ada dua Negara yang mesih mempunyai ikan yang asli, yakni Thailand dan Vietnam. Di kedua Negara ini perhatian pemerintah dan kesadaran masyarakatnya terhadap eksisitensi lingkungan cukup tinggi. Petani yang memanen dari keramba atau kolamnya akan melepas kembali 10 persen ikan-ikan mereka kedalam sungai.<br /><br />“Disana tidak ada yang menuba, menyetrum, atau meracun. Hanya boleh menggunakan pukat dan pancing, sehingga ekosistem ikan tetap lestari,”kata Milton<br /><br />Diungkapkan, beberapa jenis ikan di Kabupaten Sintang sudah punah. Salah satunya adalah ikan siluk merah. Ikan ini aslinya dari Sungai Ketungau, tetapi sekarang sudah tak ada lagi. Beruntung beberapa penangkar dari Kapuas Hulu berhasil melestarikannya, sehingga ikan siluk jenis itu masih tetap ada.<br /><br />“Penyebab dari musnahnya siluk merah ini karena aktifitas peti di sungai. Airnya keruh, dikasi air raksa lagi. Disamping itu ada juga sebagian dari warga masyarakat yang mencari jalan pintas untuk menangkap ikan mereka menggunakan, racun dan setrum,”ujar bupati. <strong>(phs)</strong></p>