Lima PNS Kotawaringin Timur Diberhentikan Tidak Hormat

oleh

Sedikit lima pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah diberhentikan secara tidak hormat karena meninggalkan tugas terlalu lama. <p style="text-align: justify;">"Sepanjang 2012 pemerintah Kabupaten Kotim telah memberhentikan lima PNS, mereka diberhentikan karena melakukan pelanggaran disiplin pegawai dengan meninggalkan tempat tugas lebih dari 46 hari akumulasi selama satu tahun," kata Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kabupaten Kotim Yanero di Sampit, Kamis.<br /><br />Selain memberhentikan lima PNS Pemkab Kotim juga memberikan sanksi terhadap 189 PNS lainnya mereka juga telah melakukan pelanggaran disiplin pegawai.<br /><br />Sedikitnya 185 PNS diberikan teguran secara tertulis dan lisan, untuk 37 PNS teguran tertulis, 148 PNS teguran lisan.<br /><br />Mereka diberikan sanksi teguran tertulis dan lisan karena dianggap telah melakukan pelanggaran disiplin pegawai, yakni tidak cermat dalam pengelolaan anggaran.<br /><br />Pemkab Kotim juga memberikan sanksi terhadap 10 PNS yang melakukan perceraian karena kasus perselingkuhan, tujuh sudah selesai prosesnya sedangkan tiga diantaranya masih dalam tahap proses penyelidikan.<br /><br />Sedangkan untuk empat PNS lainnya yang diberikan sanksi pembebasan dari jabatan juga akibat permasalahan rumah tangga.<br /><br />"Apabila dalam penyelidikan nantinya yang bersangkutan terbukti melakukan selingkuh dan telah menikah lagi maka sanksi terberat adalah pemecatan," katanya.<br /><br />Dengan adanya sanksi terhadap PNS tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera dan sebagai peringatan bagi PNS lainnya supaya tidak meniru perbuatan yang serupa.<br /><br />Kasus perselingkuhan di kalangan PNS Kabupaten Kotim memang sering ditemui, bahkan terjadi hampir setiap tahun.<br /><br />Akibat dari praktik perselingkuhan itu berdampak dan mengganggu produktivitas kerja PNS.<br /><br />"Perselingkuhan di kalangan PNS harus dibasmi sebab selain merusak kinerja yang bersangkutan juga bisa berbuat nekad melakukan korupsi uang negara," ungkapnya. <strong>(das/ant)</strong></p>