Limbah Pertanian Direncanakan Jadi Energi Listrik

oleh

Provinsi Kalimantan Selatan merencanakan menjadikan limbah pertanian menjadi biomassa (biogas) untuk energi listrik dalam upaya meningkatkan daya listrik di wilayah tersebut. <p style="text-align: justify;">Gagasan tersebut datang dari Bupati Banjar Sultan Khaerul Saleh yang sekaligus merencanakan lokasi rencana tersebut di wilayah pertanian Kecamatan Gambut kabupaten setempat, demikian keterangan Bambang Yedi dari Humas Pemkab Banjar, Kamis.<br /><br />Gagasan tersebut memperoleh apresiasi dari guru besar Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin.<br /><br />Para guru besar di lingkungan Unlam Banjarmasin mengungkapkan apresiasi luar biasa atas pemikiran Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh, tentang pentingnya Pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu Modern, di Kalimantan Selatan, terutama di Kawasan Gambut dan sekitarnya, dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penyelamatan lingkungan.<br /><br />Cendikiawan Unlam terdiri dari Prof Yudi Fahrial Arifin, Prof Salamiah, Prof Baihaki, Prof Faturrazi, Prof Udiansyah, Prof Jasmani Hisbi, Dr Slamet dan Dr Krisdianto serta Dr Rusdi HA, diundang Bupati Khairul Saleh untuk memberikan pemikiran dan presentasi ilmiah tentang gagasan pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu Modern tersebut.<br /><br />Pertanian terpadu tersebut memanfaatkan limbah pertanian untuk dijadikan biomassa/biogas untuk dijadikan enegi listrik.<br /><br />"Bila selama ini sebagian besar masyarakat kita pasca panen membakar limbah pertanian hingga berdampak terhadap kabut asap, maka jika teknologi terbarukan ini diterapkan, masyarakat bisa menjual limbah pertanian untuk diolah menjadi energi listrik ramah lingkungan," terang bupati.<br /><br />Dikatakan Bupati H Khairul Saleh, pemikiran tentang pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sebagaimana diutarakannya itu, terinspirasi saat ia melakukan kunjungan kerja bersama pihak Kementerian Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu, di Kota Trebon Bohemia Selatan, Republik Ceko.<br /><br />Di kota berpenduduk 8000 jiwa itu, lanjut Khairul Saleh, penduduknya berpartisipasi aktif difasilitasi orang-orang dan lembaga cerdas yang bekerja keras bersinergi menghasilkan karya inovatif berupa teknologi bio gas. Energi bio gas ini bisa menghasilkan listrik 1 MW dan energi panas 20 MW.<br /><br />"Prinsip teknologi ini dapat diterapkan di wilayah Kecamatan Gambut dan sekitarnya. Masyarakat bisa menjual limbahnya kepada pemerintah daerah atau lembaga swasta yang memprosesnya menjadi energi terbarukan berupa biogas atau biomassa," tandasnya. <strong>(das/ant)</strong></p>