LINGKUNGAN – Produksi Sampah Banjarmasin Meningkat

oleh

Produksi sampah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, meningkat antara 10 hingga 20 persen per hari saat bulan Ramadhan akibat meningkatnya kegiatan masyarakat setempat. <p style="text-align: justify;">"Produksi sampah masyarakat Banjarmasin hari biasa sekitar 560 ton per hari, saat puasa ini meningkat menjadi sekitar 600 ton per hari," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin, Mukyar kepada wartawan di Banjarmasin, Jumat.<br /><br />Meningkatnya produksi sampah kota berpenduduk sekitar 700 ribu jiwa ini akibat kian meningkatnya kegiatan masyarakat, khususnya kian menjamurkan pasar-pasar Ramadhan.<br /><br />Oleh karena itu terpaksa pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan setempat menambah petugas kebersihan sebanyak tujuh orang, khususnya yang bertugas secara temporer di sekitar Pasar Wadai Ramadhan (Ramadhan Cake Fair) Kota Banjarmasin.<br /><br />Para petugas kebersihan yang tercatat 700 orang di Banjarmasin ini terus digenjot kegiatannya agar Banjarmasin tetap menjadi bersih, walaupun mereka sebagian besar umat muslim yang harus berpuasa pula.<br /><br />Ketika dinilai jumlah petugas 700 orang tersebut ia mengakui memang belum mencukupi jika dibandingkan produksi sampah yang meningkat. Apalagi jika adanya penambahan armada angkut berupa truk yang akan dilakukan waktu dekat ini, khususnya untuk petugas sopir truk.<br /><br />Idealnya petugas kebersihan di kota seluas sekitar 98 kilometer persegi sebanyak 900 orang, karena itu akan dilakukan penambahan petugas di kemudian hari, khususnya petugas permanen bukan temporer, katanya.<br /><br />Jumlah armada angkut berupa truk baru 38 buah, waktu dekat ditambah 14 buah lagi hingga nantinya 52 buah, itu pun sebenarnya tidak mencukupi tetapi karena dananya terbatas maka pembelian truk dilakukan bertahap hingga ideal sebanyak 70 truk.<br /><br />"Truk tersebut untuk mengangkut sampah di sejumlah 119 Tempat pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang menyebar di berbagai wilayah kota ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Jalan Lingkar Selatan Basirih," kata Mukyar. <strong>(phs/Ant)</strong></p>