Listrik Byarpet Warga Mengeluh Saat Berbuka Puasa

oleh

Warga Desa Seberang Kapuas, dan umumnya dalam kota Kecamatan Sekadau Hilir mengeluhkan pemadaman listrik secara tiba-tiba (byarpet) yang masih sering kerap terjadi. <p style="text-align: justify;">Apalagi, saat ini sedang dalam masa bulan suci Ramadan dimana aktivitas rohani umat muslim semakin intens. Pemadaman listrik diakui cukup mengganggu proses ibadah.<br /><br />Seperti yang terjadi Selasa  malam. Saat umat muslim sedang menjalankan ibadah Tadarus, tiba-tiba listrik padam. Tak ayal, ibadah Tadarus pun sempat terganggu. Celakanya, listrik tak kunjung menyala hingga pagi harinya.<br /><br />“Terganggu juga kalau seperti ini terus. Kalau sekali-sekali sih kita masih maklum. Tapi kalau terlalu sering ya kita risih juga,” ungkap Saiful seorang pelanggan PLN pada Kalimantan-news.com Rabu (2/7/2014) kemarin.<br /><br />Menurutnya, PLN perlu memberikan penjelasan ke pelanggan terkait pemdaman itu. pelanggan, katanya memiiki hak untuk mengetahui masalah pelayanan.  <br /><br />“Yang kita tidak inginkan adalah munculnya pertanyaan-pertanyaan terhadap PLN. Kalau memang sedang ada masalah, misalnya gangguan teknis maupun non teknis, tidak ada salahnya disampaikan ke masyarakat supaya tidak bertanya-tanya. Takutnya muncul anggapan begini begitu di kemudian hari,” tututnya.<br /><br />Pekan lalu, Warga di jalan Rawak di Gang Pangsuma dan Gang Murai mengeluhkan pemadaman listrik mendadak. Parahnya, pemadaman listrik itu menjelang petang hari dan malam hari saat listrik banyak diperlukan untuk keperluan rumah tangga.<br /><br />Warga berharap pelayanan PLN dioptimalkan, apalagi saat ini umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa. “Tolong lah PLN mengatasi pemadaman listrik ini. Masak malam Rabu minggu lalu sampai 7 kali padam. Apalagi, sekarang lagi bulan puasa, kasian pelanggan kita yang muslim terganggu,” kata Lanto, warga di Jalan Rawak. <br /><br />Pihak PLN pun belum memberikan informasi ke pelanggan terkait penyebab pemdamaan tersebut. <strong>(mto/das) </strong></p>