PT Perusahaan Listrik Negara Rayon Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah berupaya meningkatkan pelayanan energi penerangan dari 6 menjadi 24 jam di seluruh pelosok daerah tersebut. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami sedang mempersiapkan peningakatan dari 6 menjadi 24 jam secara bertahap, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan jasa PLN sesuai kebutuhan," kata Manajer PT PLN Rayon Sampit, Supardji di Sampit, Jumat.<br /><br />Persiapan yang sedang dilakukan sekarang di Kecamatan Antang Kalang di Uni listrik desa (ULD) Tumbang Kalang. Begitu juga di ULD Telaga Pulang, ULD Mendawaidan sub Rayon Pegatan akan ditingkatkan menjadi 24 jam.<br /><br />"Kami berupaya agar akhir semester I 2013 sudah ditingkatkan menjadi 24 jam, terutama di ULD Mendawai dan ULD Telaga Pulang, sementara ULD Tumbang Kalang akan dicoba pelayanan 12 jam sebelum ditingkatkan menjadi 24 jam," katanya.<br /><br />Selain itu, PLN juga sedang gencar melaksanakan program penggunaan listrik prabayar yang dinilai efektif dan hemat karena pelanggan bisa mengatur penggunaannya. Masyarakat menyambut antusias Program tersebut, termasuk di daerah pelosok.<br /><br />Kini, di Kecamatan Antang Kalang sudah ada 300 pelanggan yang siap migrasi ke listrik prabayar. Jumlah pelanggan prabayar bertambah sering minat pelanggan, dan diperkirakan menjadi 2.500 pelanggan atau sekitar 85 persen jika semua migrasi terealisir.<br /><br />"Jadi kita fokus pada program migrasi ke kistrik prabayar serta meningkatkan rasio sambungan baru dengan cepat, mudah dan murah. Oleh sebab itu kita perkuat dulu sumbernya yaitu pembangkitnya dan sistem penyaluran atau jaringan distribusinya," kata Supardji.<br /><br />PT PLN Rayon Sampit menargetkan 10.000 pemasangan listrik prabayar pada 2013. Sedangkan untuk memperkuat pasokan sebelum gardu induk, PLN akan menyewa satu pembangkit berkapasitas 8 megawatt (MW) untuk memperkuat pasokan listrik.<br /><br />"Kami fokus memperkuat pasokan seperti penyelesaian Gardu Induk dan penambahan jaringan 20 KV (kilo volt) ke arah kota. Tapi, sebelum beroperasi, kami akan menyewa pembangkit (PLTD) dulu sebesar 8 MW," tambah dia.<br /><br />Supardji belum memastikan kapan pembangkit sewaan itu tiba di Sampit dan bisa dioperasikan. Saat ini sewa pembangkit listri itu sedang dalam proses lelang oleh PT PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah di Banjarbaru. <strong>(das/ant)</strong></p>


















