Liyus: Masyarakat Perbatasan Belum Merasakan Kemerdekaan

oleh

Perbatasan merupakan branda depan NKRI, masalah perbatasan bukan lagi menjadi hal baru di negeri ini. <p style="text-align: justify;">Sejak Indonesia merdeka, perbatasan sudah menjadi masalah dan belum menemukan titik terang hingga saat ini. <br /><br />Permasalahan perbatasan tersebut tidak hanya menyangkut batas fisik yang telah disepakati namun juga menyangkut cara hidup masyarakat di daerah perbatasan, misalnya pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur lainnya.<br /><br />Sementara kawasan perbatasan memiliki suatu nilai yang sangat penting bagi suatu negara dalam mendukung keberhasilan pembangunan, namun khusus di wilayah perbatasan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat dengan Serawak (Malyasia) masyarakat di sana belum merasakan kemerdekaan khususnya Jalan, Pendidikan dan Kesehatan, demikian di ungkapkan Anggota DPRD Sintang, Liyus, S.Sos pada media ini Selasa (25/11/2014).<br /><br />Selain itu Liyus juga mengatakan, penanganan perbatasan selama ini belum dilakukan secara optimal dan hingga saat ini seringkali terjadi tarik menarik kepentingan antara berbagai pihak yang menangani wilayah perbatasan.  <br /><br />Hal lain yang cukup memprihatinkan dan tidak kalah pentingnya adalah keadaan masyarakat yang tinggal di sekitar daerah perbatasan yang seakan lepas dari perhatian pemerintah pusat maupun daerah, dan kondisi di lapangan memperlihatkan banyak kebijakan pengelolaan perbatasan tidak saling mendukung dan atau kurang sinergis antara pusat dan daerah.<br /><br />“Saya mengharapkan pemerintah Jokowi-Jk, kiranya dapat memperhatikan masyarakat yang berada di wilayah perbatasan khususnya di wilayah Kabupaten Sintang, karena masyarakat di sana juga bagian dari NKRI dan perlu perhatian” pinta politisi PKP Indonesia ini. (kn)</p>