Lomba Sumpit, Lestarikan Kebudayaan Lokal

oleh
oleh

Sumpit merupakan alat utama Suku Dayak Pedalaman yang digunakan untuk berburu binatang, baik rusa maupun babi. <p style="text-align: justify;">Seiring berjalannya waktu dan perubahan lingkungan alam, tradisi sumpit sudah sangat langka ditemui, sehingga perlu dilakukan pelestariannya, salah satunya dengan menggelar event lomba sumpit.<br /><br />Dandim 1205/Stg, Letkol Inf Anggit Exton Yustiawan, mengatakan untuk menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Kabupaten Sintang, dalam rangka memperingati HUT TNI Ke 69, TNI menggelar lomba sumpit di halaman kodim 1205/Stg.<br /><br />“Lomba ini sengaja kita gelar dengan menggandeng Persatuan Olahraga Sumpit Sintang agar masayarakat bisa mengenal olahraga sumpit yang saat ini sebenarnya telah menjadi olahraga Internasional dan bisa melestarikan kebudayaan lokal, karna memang dahulu sumpit digunakan untuk berburu binatang dihutan, dan sekarang, sudah jarang ada yang menggunakan itu,” ujarnya ketika ditemui di sela-sela lomba.<br /><br />Meskipun baru kali pertama digelar di Kabupaten Sintang, antusias masyarakat untuk mengikuti lomba sangatlah tinggi, bahkan ada beberapa peserta yang datang dengan menggunakan speed boat selama hamper 12 jam perjalanan dari kampungnya ke tempat lomba.<br /><br />“Kami dari Ambalau, kurang lebih 12 jam perjalanan dengan menggunakan speedboat kalau dari kampong kami ke Sintang. Sebelumnya kami pernah ikut lomba sumpit juga di Kodam,” ucapnya sembari memegang pipa dan damak untuk menyumpit.<br /><br />Ia mengungkapkan, untuk di daerahnya, dahulu sumpit memang merupakan alat tradisional yang digunakan untuk berburu, hanya saja seiring dengan perkembangan jaman, tak banyak lgi generasi muda yang mengetahui cara menggunakan sumpit.<br /><br />“Kalau untuk berburu, damaknya tidak menggunakan bahan fiber glass begini, tetapi menggunakan bambo yang memang sudah ada racunnya, jadi rusa juga bisa mati kalau kena sumpit itu,” jelasnya.<br /><br /><br />Tarikan nafas dari para pesumpit ketika akan menggunakan sumpitnya membuat penonton seperti ikut dalam ketegangan dan konsentrasi untuk menyumpit damak ke dalam lingkaran angka yang telah ditentukan. <strong>(yli/kn)</strong></p>