Sejak bencana longsor yang terjadi di Pantai Desa Baning Jalan Teuku Umar Sintang Juni silam, hingga sekarang belum ada realisasi pembangunan barau penahan longsor, kerusakan semakin parah, namun pada 2012 mendatang, Pemkab Sintang akan mengalokasi anggaran untuk penanganan pasca bencana tersebut. <p style="text-align: justify;">“Kita sudah usulkan masuk dalam APBD 2012 karena untuk penanggulangan bencana di Sintang, kita masih belum dapat alokasi anggaran dari pusat,” kata Martin Nandung, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang kepada kalimantan-news.com ketika meninjau lokasi longsor yang sudah semakin parah dua hari lalu.<br /><br />Menurutnya, usulan anggaran dalam APBD 2012 untuk penanggulangan bencana longsor itu sudah terakomodasi, diperkirakan anggarannya Rp 1 miliar.<br /><br />“Memang dengan pajang longsor seperti ini, untuk perbaikan permanen dananya masih kurang, tetapi kami tetap akan upaya dengan anggaran yang ada, pembangunan bisa dilakukan,” imbuhnya.<br /><br />Kawasan yang saat ini longsor memang merupakan daerah rawan, sudah beberapa kali longsor terjadi dan sejauh ini belum ada upaya untuk melakukan pembangunan penahan longsor permanen.<br /><br />Seperti yang terlihat dilokasi tersebut , ada batu beronjong bekas penahan longsor yang pernah dibangun, selain itu juga ada bekas barau kayu, namun dua jenis material penahan longsor yang pernah dibangun itu tetap tidak mampu mengatasi ancaman longsor di sekitar Gang Bungur tersebut.<br /><br />“Pengalaman yang lalu sudah ada dan tentunya kita akan upayakan untuk membuat bangunan penahan longsor permanen,” jelasnya.<br /><br />Menurutnya, dalam kegiatan penanggulangan paska bencana, tetap tidak terlepas dari ketersediaan anggaran.<br /><br />“Namun kami tetap berupaya mencari sumber-sumber pendaaan yang ada untuk kegiatan penanggulangan paska bencana di Sintang selain memikirkan upaya pencegahan,” tukasnya. <strong>(phs)</strong></p>


















