LPSE Kotawaringin Timur Raih Penghargaan Inovator Pengelola

oleh

Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah meraih penghargaan kategori Inovator Pengelola LPSE tahun 2011. <p style="text-align: justify;">"Penghargaan tersebut diberikan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LPSE ke-6 yang berlangsung di Jakarta, 7-9 Juni 2011," kata Ketua LPSE Kotawaringin Timur Multazam, di Sampit, Senin.<br /><br />Penyerahan plakat penghargaan disaksikan oleh Kepala LKPP, Deputi II Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi dan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua.<br /><br />Dari 238 LPSE yang ada di Indonesia hanya LPSE Kabupaten Kotawaringin Timur, LPSE Provinsi Jawa Tengah, dan LPSE Kementerian Keuangan yang menerima penghargaan itu.<br /><br />Pada kuartal I Tahun 2011, jumlah paket lelang yang masuk di LPSE Kotawaringin Timur dan diselenggarakan secara elektronik ada sebanyak tujuh paket dengan jumlah pagu RP14,6 miliar.<br /><br />Menurut multazam, pelaksanaan LPSE merujuk data lelang secara elektronik (e-Proc) pada website LPSE Kabupaten Kotawaringin Timur.<br /><br />Selain itu LPSE Kabupaten Kotawaringin Timur juga melaksanakan lelang non elektronik dan sejak 13 Juni 2011 yang sudah dilaksanakan ada sebanyak 94 paket terdiri dari 69 paket Kabupaten Kotawaringin Timur dan 25 paket Kabupaten Seruyan.<br /><br />?Dibentuknya LPSE Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai unit layanan pengadaan yang di luncurkan pada 8 April 2011 lalu adalah untuk membantu Unit Layanan Pengadaan,? katanya.<br /><br />Dalam Minggu kedua Juni 2011, telah ada Panitia Lelang dari Kabupaten Seruyan mempergunakan LPSE Kabupaten Kotawaringin Timur.<br /><br />Sementara Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi mengucapkan selamat dan terima kasih kepada LPSE Kabupaten Kotawaringin Timur yang telah menerima Penghargaan Inovator Pengelola LPSE pada Tahun 2011.<br /><br />"Kami harap prestasi itu nantinya dapat dipertahankan dan meningkatkan pelayanan kepada semua pengguna," katanya.<br /><br />Terpisah Kepala LKPP Agus Rahardjo menyatakan, kemajuan penerapan e-Procurement Nasional menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal itu terbukti dengan jumlah (LPSE) yang terus bertambah dari tahun ke tahun.<br /><br />Awalnya pada 2008 hanya terdapat 11 LPSE, 2009 bertambah menjadi 33 LPSE, dan untuk 2010 telah berdiri 137 LPSE.<br /><br />Jumlah LPSE sampai dengan akhir Mei 2011 ada sebanyak 238 LPSE yang telah diimplementasikan pada 344 instansi pemerintah dan tersebar di 31 provinsi di Indonesia.<br /><br />?Untuk tahun 2011, di semester pertama sedikitnya 4.445 paket dengan total pagu lebih dari Rp15 Triliun berhasil dilelang menggunakan layanan e-Procurement. Efisiensi anggaran negara yang dihasilkan pada 2010 lebih dari Rp1,2 Triliun sedangkan untuk tahun 2011 sampai akhir Mei sebesar Rp2 Triliun,? ungkapnya.<br /><br />Efisiensi yang semakin meningkat setiap tahun mencerminkan keberhasilan pelaksanaan layanan LPSE. Sementara pada 2010 ada 6.351 paket barang/jasa berhasil dilelang dengan total pagu lelang lebih dari Rp13 Triliun. <strong>(phs/Ant)</strong></p>