Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan Pemerintah diminta untuk meningkatkan upaya penyiapan kader qari dan qariah terbaik musabaqah dan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) di tingkat nasional dan internasional. <p style="text-align: justify;">Hal ini disampaikan Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an LPTQ Kalsel M Arsyadi di Amuntai ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Jumat, yang disebutkannya sesuai rekomendasi hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LPTQ Kalsel berlangsung di kota tersebut.<br /><br />Rekomendasi Rakerda tersebut juga meminta kepada LPTQ Kabupaten Kota, untuk melaksanakan program percepatan untuk mencetak kader Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) yang berkualitas dengan mendirikan lebih banyak lagi lembaga pendidikan Al-Qur’an di masing-masing kabupaten/kota di Kalsel.<br /><br />"Rakerda juga merekomendasikan agar LPTQ menginventarisir data santri penghapal Al-Qur’an atau Tahfiz dan Tahfizah sebagai bahan LPTQ mengusulkan mereka agar mendapat insentif dari Gubernur Kalsel pada tahun anggaran 2013" Ujar Arsyadi.<br /><br />Sebagai lembaga yang paling bertanggung jawab melaksanakan pembinaan dan pengkaderan MTQ dan STQ maka LPTQ diminta untuk menunggu inisiatif dari pemerintah daerah atau pihak mana pun agar lebih aktif menggalakan khataman/batamat Al Qur’an di tengah masyarakat sebagai bagian dari mempertahankan budaya dan kearifan lokal masyarakat Kalsel.<br /><br />Selain itu, lanjutnya LPTQ di minta untuk terus berusaha menumbuhkan semangat dan apresiasi dari pemerintah dan masyarakat terhadap prestasi peserta MTQ dan STQ dengan memberikan perhatian dan meningkatkan nilai hadiah sesuai kemampuan.<br /><br />Untuk pemerintah propinsi dan kabupaten/ kota, Rakerda LPTQ juga merekomendasi gubernur dan bupati/ walikota se- Kalsel untuk mendukung secara finansial mensukseskan gerakan baca tulis Al Qur’an di tengah masyarakat. <strong>(das/ant)</strong></p>