LSM: Perusahaan Sawit Di Kalbar Banyak Ilegal

oleh

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kontak Rakyat Borneo Kalimantan Barat menyatakan, pembukaan perkebunan sawit di provinsi itu lebih banyak yang ilegal daripada legal. <p style="text-align: justify;">"Buktinya, tercatat tercatat 352 perusahaan perkebunan sawit di Kalbar tetapi hanya 67 perkebunan sawit yang punya izin beroperasi," kata Koordinator Kontak Rakyat Borneo Kalbar, Salman di Pontianak, Selasa.<br /><br />Akibatnya, negara berpotensi mengalami kerugian sekitar Rp70 triliun akibat banyaknya perkebunan sawit ilegal dari info pembukaan lahan perkebunan sawit sekitar 1,3 juta hektare di Kalbar.<br /><br />Ia berharap, pemerintah tidak kembali memperluas izin pembukaan lahan perkebunan sawit di Kalbar karena selain merugikan negara juga berdampak pada lingkungan.<br /><br />Sebelumnya, Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho menyatakan, Provinsi Kalbar "surganya" korupsi di sektor perkebunan karena banyaknya pembiaran perusahan perkebunan yang beroperasi tanpa izin.<br /><br />Ia menjelaskan, melihat dari banyaknya perkebunan sawit yang tidak memiliki izin sudah jelas banyak terjadi tindak kejahatan korupsi di sektor perkebunan sawit di Kalbar.<br /><br />Menurut Emerson, Koalisi Anti Mafia Perkebunan di Kalbar telah menemukan adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh lima perusahaan perkebunan sawit, diantaranya perusahaan perkebunan sawit milik PT KMP, PT WHS di Kabupaten Sambas, PT LL, PT CP dan PT WDBP di Kabupaten Bengkayang.<br /><br />Kelima perusahaan tersebut diduga melakukan perbuatan melawan hukum karena membuka areal kebun sawit dengan merambah hutan kawasan produksi dan diduga beroperasi tidak memiliki Izin Pemanfaatan Kayu (IPK).<br /><br />Emerson menambahkan, dugaan korupsi tersebut direncanakan akan dilaporkan ke KPK dan Satgas Anti Mafia Hukum.<br /><br />"Ada enam modus korupsi yang umumnya terjadi di sektor perkebunan yakni suap untuk memperoleh izin, pemberian izin untuk keluarga atau kroni kepala daerah, pembiaran beroperasi tanpa izin, penggelembungan pengadaan bibit sawit, usaha perkebunan sawit fiktif, penghindaran atau manipulasi pajak dari sektor perkebunan.<br /><br />Tiga modus korupsi di sektor perkebunan sawit itu sudah terjadi di Kalbar, kata Emerson. <strong>(phs/Ant)</strong></p>