Luas Panen Padi Di Kaltim Menurun

oleh

Luas panen padi di Kalimantan Timur dalam beberapa tahun terakhir menurun, seperti pada 2010 masih 150.031 hektare, namun pada 2011 turun menjadi 140.215 hektare, dan hingga akhir 2012 diperkirakan menjadi 144.152 hektare. <p style="text-align: justify;">Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Johni Anwar di Samarinda, Sabtu, mengatakan akibat menurunnya luas panen itu, menurun pula produksi padi.<br /><br />Misalnya, produksi padi pada 2010 mencapai 588.877 ton gabah kering giling (GKG), kemudian pada 2011 turun drastis hingga menjadi 552.616 ton GKG, dan pada 2012 diperkirakan naik namun masih jauh di bawah perolehan 2010, yakni sebanyak 568.016 ton GKG.<br /><br />Menurut dia, penurunan luas panen tersebut diakibatkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan pertambangan, perumahan, dan perkebunan.<br /><br />Sedangkan bertambahnya luas panen pada 2012 terjadi lantaran adanya program pemerintah mencetak sawah pada 2011, namun program percetakansawah tersebut masih belum sebanding ketimbang tingginya alih fungsi lahan pertanian menjadi berbagai kegiatan non tanaman pangan.<br /><br />Produktivitas padi per hektare, kata Johni, sejak beberapa tahun lalu hingga kini belum terlihat adanya peningkatan yang signifikan, karena pola tanam dan pemeliharaannya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.<br /><br />Misalnya pada 2010 produktivitasnya sebanyak 39,25 kuintal per hektare, kemudian pada 2010 sebanyak 39,41 kuintal per hektare, dan pada 2012 juga masih pada angka 39,40 kuintal per hektare.<br /><br />Dia juga merinci perubahan luas panen padi di Kaltim per subround selama 2012, yakni dalam subround Januari – April terdapat luas panen 93.193 ha dengan produksi sebesar 337.792 ton GKG, sedangkan produktivitasnya adalah sebanyak 36,25 kuintal per ha.<br /><br />Kemudian untuk subround Mei hingga Agustus terdapat luas panen yang menurun drastis hingga menjadi 29.980 ha dengan produksi padi hanya 132.461 ton GKG, sedangkan produktivitasnya naik menjadi 44,18 kuintal per hektare.<br /><br />Selanjutnya dalam subround September-Desember terdapat luas panen yang jauh menurun hingga menjadi 20.979 ha dengan produksi yang juga jauh menurun hingga menjadi 97.763 ton GKG, sedangkan produktivitasnya 46,60 kuintal per hektare. <strong>(das/ant)</strong></p>