Lukman : Sintang Kekurangan Guru SD

oleh

kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sintang Drs. YAT Lukman Riberu M Si mengakui masih banyak kekurangan guru di bumi senentang. <p style="text-align: justify;">pasalnya Kondisi itu terjadi pada jenjang pendidikan tingkat dasar. Menurutnya, itu terjadi karena setiap bulan, banyak guru SD yang memasuki masa pensiun.<br /><br />“Tiap bulan antara 10-20 orang guru yang pensiun.” kata Lukman dimintai pendapat terkai peringatan hari guru nasional Senin (25/11/2013)<br />    <br />Namun, hal itu lanjut Lukman sepertinya sulit untuk diterapkan karena minimnya jumlah guru. “Jumlah kurangnya saya tidak begitu ingat. Hanya masih sangat kurang sekali agar ideal pengajaran di kelas antara guru dan siswa,” tutur lukman<br />    <br />Menurutnya, untuk menutupi kekurangan guru, banyak tenaga honor yang membantu mengajar di tingkat SD. Langkah ini terpaksa dilakukan agar kegiatan belajar murid tak terganggu, selama jumlah guru PNS belum mencukupi kebutuhan.<br />    <br />Menyikapi hal tersebut, anggota DPRD Sintang Pranseda mendesak pemerintah pusat dan daerah segera menambah jumlah guru SD, dan tak lagi mneggunakan sistem guru kelas.<br /><br />“Guru SD sudah harusnya dilakukan seperti SMP dan SMA, sesuai bidang studi, bukan sistem kelas,” kata Pranseda<br />   <br />Pran mengatakan, bila terus dilakukan konsep pengajaran tersebut, murid dan guru itu sendiri akan sulit berkembang, dan tak mampu menciptakan inovasi-inovasi baru di bidang pendidikan.<br /><br />Terlebih dalam penerapan kurikulum 2013, guru SD akan sulit untuk lebih maskimal, karena tidak hanya dituntut untuk mengajar tapi harus mampu membimbing siswa.<br /><br />“Dan seharusnya jumlah guru pada tingkat SD harus lebih lengkap dan terbaik. Karena pada tahapan SD, merupakan tahapan golden age atau masa keemasan. SD merupakan tahapan untuk membentuk karakter dan pola pikir,” cetusnya.<br />    <br />Selain melakukan penambahan jumlah guru pada SD, lanjut Pran, perlu juga dilakukan pemerataan penempatan guru. Hal ini terkait dengan kewajiban guru yang harus mengajar 24 jam.<br /><br />“Tidak mungkin tercapai target tersebut kalau tidak merata,”tandasnya.(Beny)</p>