Lulusan MAN Sanggau Sumbangkan Baju

oleh

Sebanyak 67 orang siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sanggau memilih untuk menyumbangkan baju yang sudah mereka gunakan belajar selama ini. Pasca pengumuman kelulusan yang dilakukan oleh pihak sekolah yang tingkat kelulusanya mencapai 100 persen pada tahun 2011. <p style="text-align: justify;">Langkah menyumbangkan baju yang selama ini dipergunakan untuk belajar tersebut menurut guru MAN Sanggau Kaspul ketika dikonfirmasi, Senin (16/5) adalah untuk menghindari aksi coret-coret baju oleh para siswa. Karena dinilai mubazir, padahal pakaian yang ada masih bisa dimanfaatkan baik oleh adik kelas maupun mereka yang tidak mampu.<br /><br />"Sudah dua tahun ini kita melakukan pengumpulan pakaian layak pakai, pakaian yang terkumpul nantinya kita berikan kepada siswa yang memiliki baju kurang layak pakai. Atau kepada mereka yang mampu, pada saat bhakti sosial yang biasa kita laksanakan setiap tahun," tandas Kaspul.<br /><br />Di SMA Negeri 2 Sanggau ratusan siswa-siswi SMA Negeri 2 Sanggau memilih merayakan kelulusan mereka pada UN tahun 2011 dengan berjalan kaki mengelilingi komplek kantor bupati Sanggau. Setelah mereka mendapatkan pengumuman bahwa 125 siswa SMA tersebut lulus 100 persen.<br /><br />Aksi konvoi yang dilakukan para siswa tersebut menurut wakil kepala SMA 2 Sanggau Kardi, untuk menghindari terjadinya kecelakaan jika siswa melakukan konvoi dengan menggunakan kendaraan bermotor. Pihak sekolah juga menurutnya sudah melarang dilaksanakanya konvoi pada saat pengumuman kelulusan UN.<br /><br />"Kita memang melarang konvoi dilaksanakan meskipun sudah kita umumkan seluruh siswa lulus pada UN tahun ini, sudah kita beritahukan jauh-jauh hari bahwa konvoi menggunakan kendaraan bermotor berbahaya bagi mereka sendiri. Hanya saja kalau untuk. Konvoi berjalan kaki kita tidak bisa melarang yang penting mereka tidak berbuat aneh-aneh selama dijalan," tandas Kardi. <strong>(phs)</strong></p>