MA : Revisi KUHAP Sudah Mendesak

oleh

Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin A Tumpa mengakui kebutuhan merevisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sudah mendesak untuk dilakukan. <p style="text-align: justify;">Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin A Tumpa mengakui kebutuhan merevisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sudah mendesak untuk dilakukan.<br /><br />"Memang sudah waktunya karena ada beberapa hal yang sudah diperbarui," kata Harifin, usai membuka seminar tentang Hakim Komisaris di Jakarta, Selasa.<br /><br />Ketua MA mengakui sejak 1981 isi KUHAP belum direvisi dan tak berbanding lurus dengan kecanggihan kriminal saat ini.<br /><br />"Sekarang ini, bukan main (kriminal)," katanya.<br /><br />Sementara itu Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, saat meresmikan "Law Center" di Pangkalpinang (25/2), mengatakan revisi KUHAP saat ini sedang dalam tahap penyusunan dan diperkirakan April 2011 sudah final dari pemerintah.<br /><br />"Jadi targetnya April sudah selesai dan akan kami serahkan ke presiden untuk presentasi. Kira-kira Juni sudah masuk DPR, insya Allah," kata Patrialis.(Eka/Ant)</p>