MABT Netralitas Dalam Pilkada

Setelah beberapa lembaga organisasi kemasyarakatan menyatakan sikapnya, kini giliran Majelis Adat Budaya Tionghua (MABT) Melawi yang nyatakan sikap. Ketua MABT Melawi, Taufik, nyatakan sikap netral dalam Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Melawi. <p style="text-align: justify;">“Didalam AD ART kami tidak diperbolehkan untuk berpolitik. Jadi secara lembaga kami netral,” kata Taufik dihubungi belum lama ini.<br /><br />Untuk itu, Taufik menghimbau kepada seluruh pengurus dan anggota MABT, agar bersikap netral. Namun dirinya tidak melarang, jika secara individu ingin menjadi simpatisan salah satu pasangan. “Jika secara pribadi mau jadi pendukung siapaun silahkan, asalkan jangan bawa nama lembaga,” katanya.<br /><br />Taufik juga menghimbau pengurus an anggota MABT agar jangan sesekali membawa isu sara dalam Pilkada sebab sangat berpotensi memecah belahkan masyarakat Melawi, hal itu tidak diinginkan. <br /><br />“Jangan membawa isu sara, dan jangan memojokan dan menghujat pasangan calon. Jangan juga mengintimidasi kawan lain,” tegasnya.<br /><br />Pilkada merupakan pesta demokrasi rakyat, yang mana pemilihan tersebut bukanlah memilih suku, agama, ras dan budaya. Namun didalam Pilkada itu memilih pemimpin Melawi kedepan, tanpa memandang suku agama. (KN)</p>