Mahasiswa Fisipol Unka Bagikan 1.500 Masker

oleh

Dipicu oleh keprihatinan atas kondisi buruknya infrastruktur, 100 orang mahasiswa dari Fakultas Sosial Politik Universitas Kapuas (Unka) Sintang, turun kejalan. <p>Dalam aksi damai tersebut, para mahasiswa membagi-bagikan masker kepada para pengguna jalan raya tanpa kecuali, baik pengendara kendaraan roda 2 maupun roda 4 keatas.<br /><br />Aksi yang digelar mulai pukul 13.30 hingga pukul 17.00 tersebut, dikonsentrasikan di Limpang 5. Lokasi ini dipandang sangat strategis, karena disamping terdapat 5 buah traffic-light juga mempertemukan arus lalu-lintas dari Jalan Lintas Melawi, Jalan YC. Oevang Oeray, Jalan Dharma Putera, Jalan Stadion dan Jalan Bhayangkara.<br /><br />Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisipol Unka, Pilipus, ketika ditemui dilokasi kegiatan mengungkapkan. Bahwa aksi damai ini adalah sebagai bentuk keprihatinan, atas ketidakpedulian pemerintah disegala tingkatan baik Kabupaten, Provinsi dan pemerintah pusat, terhadap semakin memburuknya kondisi jalan raya.<br /><br />“Semula, sebagaimana isi surat pemberitahuan kepada Polisi, rencananya BEM Fisipol Unka akan menurunkan 200 orang mahasiswa. Namun atas pertimbangan keselamatan lalu-lintas serta agar tidak menimbulkan kemacetan, diputuskan hanya menurunkan 100 orang saja. Maker yang dibagikan semula hanya 1.000, ditambah lagi menjadi sebanyak 1.500,” ungkap Pilipus.<br /><br />Terkait aksi mahasiswa tersebut, seorang pengguna jalan raya asal Sepauk bernama Herlinus, turut mengapresiasi aksi tersebut. Menurutnya, kondisi jalan raya saat ini jika turun hujan menjadi becek, dan ketika kemarau sangat berdebu. Contohnya seperti di Jalan Lintas Melawi, pemeliharaannya hanya ditaburkan material campuran tanah, pasir dan batu kerikil. Akibatnya, lobang jalan tetap menganga ditambah dengan menimbulkan debu pasir, ucap guru Pendidikan Jasmani di SMKN 1 Kelam Permai ini. <br /><br />kalimantan-news yang tidak berhasil menghubungi Dekan Fisipol Unka, Aida Fitriani, akhirnya berhasil menghubungi Rektor Unka, Petrus Atong melalui pembicaraan telepon. Dari Rektor Unka ini diperoleh penjelasan, bahwa aksi para mahasiswanya ini murni karena rasa keprihatinan dan jangan dikait-kaitkan dengan tahun politik.<br /><br />“Semua pihak juga pasti mengerti, dengan apa yang menjadi keprihatinan para mahasiswa yang juga menjadi keprihatinan kita bersama,” ucap Petrus Atong, singkat. <em><strong>(Lucas/das)</strong></em></p>