Home / Tak Berkategori

Mahasiswa Kalbar Tuntut Polisi Hentikan Sikap Arogansi

- Jurnalis

Jumat, 30 Desember 2011 - 04:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belasan mahasiswa Kalimantan Barat yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menggelar aksi menuntut polisi untuk menghentikan sikap arogansi terhadap rakyat. <p style="text-align: justify;">"Tahun 2011 ini kami nilai merupakan tahun arogansi dan kekerasan polisi terhadap rakyat, untuk itu kita harapkan agar polisi pada umumnya yang ada di Kalbar untuk tidak menjadikan rakyat sebagai musuh polisi," kata koordinator lapangan aksi GMNI Kalbar, Sumadi di Pontianak, Jumat.<br /><br />Pihaknya berharap agar di tahun 2012 dan tahun berikutnya, polisi bisa mengubah paradigma kekerasan tersebut. GMNI juga meminta agar Kapolri untuk mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM para aparatur kepolisian terhadap rakyat di seluruh Indonesia.<br /><br />"Kita juga mengharapkan agar Kapolda Kalbar bisa menindak tegas anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran HAM yang dilakukan polisi kepada masyarakat Kalbar," katanya.<br /><br />GMNI menilai upaya polisi dalam pembubaran paksa yang dilakukan warga yang memblokade pelabuhan menjadikan luapan aksi aparat. Dimana tindakan ribuan polisi yang sangat represif tidak mencerminkan institusi Polri.<br /><br />"Kita menilai slogan polisi melayani, mengayomi, dan melindungi sekadar slogan belaka. Ini bisa kita runut dari kasus Mesuji berdarah, kasus pembubaran kongres rakyat di Manokwari Papua Barat dan blokade pelabuhan Sape yang dibubarkan di Bima Nusa Tenggara Barat, di mana semua kejadian tersebut menunjukkan sikap arogansi polisi terhadap rakyat," tuturnya.<br /><br />Pihaknya juga menyinggung mengenai realitas tragedi setelah reformasi meninggalnya mahasiswa Trisakti yang tertembak dan itu terulang kembali pada tragedi pergolakan di Bima. Itu membuktikan bahwa polisi tidak memiliki analisis aksi yang berbasis riset.<br /><br />"Kenapa bisa terulang kejadian penembakan yang harusnya tidak dilakukan oleh para pengayom masyarakat. Sejarah berulang, tetesan darah kini tumpah lagi dan polisi mungkin lupa bahwa yang membayar mereka dan memberikan polisi polisi peluru adalah uang rakyat dari hasil pungutan pajak, tapi mereka dengan mudah melepaskan peluru dan bersarang di tubuh rakyat yang ditembak dengan mudahnya," kata Sumadi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang
Pemerintah Kabupaten Bulungan Gelar Kerja Bakti di Gunung Putih, Bupati Syarwani Dorong Kebangkitan Pariwisata Daerah
Polres Sintang Salurkan Bantuan untuk Rumah Ibadah dan Bagikan Nasi Siap Saji
Tiga Pelajar Diduga Tenggelam di Sungai Melawi, Dengan Upaya Pencarian Intensif ketiganya Berhasil di Evakuasi
Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang Hadiri Entry Meeting LKPD 2025 di BPK RI Bali, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Target WTP
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu per Liter — Warga Panik, DPRD Soroti Dugaan Permainan Distribusi

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:54 WIB

Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:10 WIB

Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:28 WIB

Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:25 WIB

Pemerintah Kabupaten Bulungan Gelar Kerja Bakti di Gunung Putih, Bupati Syarwani Dorong Kebangkitan Pariwisata Daerah

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:01 WIB

Polres Sintang Salurkan Bantuan untuk Rumah Ibadah dan Bagikan Nasi Siap Saji

Berita Terbaru

Bulungan

Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Jumat, 13 Feb 2026 - 20:28 WIB