Mahasiswa Kalteng Dibekali Kesiapan Menghadapi "AEC"

oleh

Mahasiswa di Provinsi Kalimantan Tengah dibekali pemahaman dan kesiapan menghadapi diberlakukannya "Economic Asean Community" atau masyarakat ekonomi Asean pada tahun 2015. <p style="text-align: justify;">Melalui pembekalan tersebut harapannya membuat mahasiswa mulai memikirkan tantangan maupun peluang yang dapat dimanfaatkan dari pemberlakukan EAC, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalteng, Nurul Edy di Palangka Raya, Selasa.<br /><br />Kedepan mahasiswa tidak lagi sekedar memikirkan kesiapan bersaing antara masyarakat Kalteng ataupun Indonesia, tapi juga negara anggota Asean.<br /><br />Dipahaminya tantangan sekaligus manfaat EAC 2015 membuat para mahasiswa di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" ini tertarik dan ingin mengembangkan jiwa enterprenur atau pengusaha.<br /><br />Apabila jiwa enterprenur tersebut telah dimiliki semua kalangan mahasiswa, maka berbagai potensi yang ada di Kalteng dapat dijadikan peluang untuk bersaing ditingkat Asean, bahkan Internasional.<br /><br />Jangan seperti sekarang ini yang semuanya seakan berlomba-lomba ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), padahal peluang menciptakan dan membuka lapangan pekerjaan sangat banyak, kata Edy.<br /><br />Pembekalan menghadapi EAC terhadap mahasiswa tersebut diberikan melalui edukasi public yang dilaksanakan Kementerian Perdagangan bersama Disperindag Kalteng dan Universitas Palangka Raya.<br /><br />Kepala Disperindag Kalteng mengatakan para mahasiswa diberikan pemahaman tentang memanfaatkan momentum masyarakat ekonomi Asean, fasilitasi ekspor dan impor di Negara anggota Asean.<br /><br />Para mahasiswa juga diberikan pemahan tentang kesiapan masyarakat Kalteng menghadapi EAC 2015 dan peranan Akademisi dalam menyongsong masyarakat ekonomi asean tersebut, demikian Edy.<br /><br />Para pemateri di Edukasi public tersebut yakni, Direktur Kerjasama APEC dam Prmamosasi Internasional lainnya dan Ditjen KPI Drs Deny Wachyudi Kurnia, Ditjen Daglu Direktorat Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Muhammad Suaib Sulaiman, serta Wakil Ketua IV Rektor Unpar Prof Dr Danes Jaya Negara. <em><strong>(das/ant)</strong></em></p>