Mahasiswa STKIP PK Ikuti KKM Di 4 Kabupaten

oleh

Sebanyak 333 mahasiswa dari program study Bahasa Indonesia, PKN, Biologi dan Ekonomi akan mengikuti kegiatan kuliah kerja mahasiswa (KKM) STKIP persada Khatulistiwa Sintang di kabupaten Sekadau, Melawi, Kapuas Hulu serta Sintang sendiri. Ratusan mahasiswa tersebut akan disebarkan di 28 desa dari 6 kecamatan di 4 kabupaten tersebut. <p style="text-align: justify;">“Mereka akan kita berangkatkan pada 11 April mendatang, dan kegiatan KKM ini akan berakhir pada 25 April nanti,”ungkap ketua pelaksana KKM  H.Salniyati. Saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (4/4) kemarin. <br /><br />Adapun kecamatan yang dipilih oleh pihak kampus untuk menjadi lokasi pelaksanaan pengabdian mahasiswa ini antara lain kecamatan Dedai, Binjai Hulu dan Sungai Tebelian untuk kabupaten Sintang, kemudian kecamatan Nanga Silat untuk kabupaten Kapuas Hulu, kecamatan Sekadau Hilir untuk kabupaten Sekadau dan kecamatan Belimbing untuk kabupaten Melawi. <br /><br />Selama berada di lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program yang menjadi kebijakan para kepala desa. Selain itu para mahasiswa juga diminta membuat program kerja yang lebih kreatif. <br /><br />“Kita sudah sampaikan pada saat pembekalan, agar mereka menyusun program kerja yang lebih kreatif untuk mengisi kegiatan KKM selama kurang lebih 2 minggu itu. Jadi tidak hanya melaksanakan program kepala desa saja,,”ujar mantan guru beberapa SMK di kota  Pontianak ini. <br /><br />Untuk program pengabdian mahasiswa pada masyarakat, kampus STKIP membaginya menjadi dua kegiatan. Kegiatan pertama di laksanakan di 28 desa pada 4 kabupaten, sedangkan kegiatan kedua akan dipusatkan di kampus mereka Jln.MT. Haryono Sintang. <br /><br />kegiatan di kampus ini akan dilaksanakan selama kurang lebih seminggu terhitung mulai 7 – 12 Mei. Meski belum dipastikan kegiatan apa yang akan dilaksanakan, namun seperti tahun-tahun sebelumnya KKM di kampus akan diarahkan pada kegiatan yang sifatnya melakukan pembenahan kampus. <br /><br />“Kalau tahun lalu, mahasiswa diminta membuat jalan dari pintu keluar kampus menuju gedung baru. Tahun ini pihak yayasan belum menentukan. Tapi intinya bagaimana menata kampus agar lebih indah dan apik,”ujar wanita yang telah bergabung di kampus biru ini sejak tahun 2000 lalu. <br />Kepada mahasiswa peserta KKM, H.Salniyati berpesan agar selalu menjaga nama baik almamater di tempat kegiatan. Selalu menjaga kerjasama yang baik dengan pihak desa dan masyarakat serta harus mampu mendermakan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah kepada masyarakat. Menurutnya KKM merupakan kesempatan pertama bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diterima dibangku kuliah langsung kepada masyarakat. <strong>(ek/ast)</strong></p>