Home / Tak Berkategori

Mahasiswa Tuntut Dugaan Korupsi Politeknik Negeri Pontianak

- Jurnalis

Senin, 6 Desember 2010 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak, Kalimantan Barat, melakukan unjuk rasa menuntut Direktur mengusut dugaan korupsi yang dilakukan oleh pejabat di lingkungan kampus tersebut. <p style="text-align: justify;">Koordinator Aksi Gerakan Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Novlentinus di Pontianak, Senin (06/12/2010), mengatakan, aksi unjuk rasa itu dilakukan karena banyak kasus-kasus dugaan korupsi yang dilakukan pejabat Polnep tidak disentuh hukum.<br /><br />"Kami melihat, Direktur Polnep telah melakukan pembiaran atas kasus-kasus korupsi di Polnep," kata Novlentinus.<br /><br />Ia menjelaskan, beberapa kasus dugaan korupsi yang terjadi tetapi tidak diproses hukum, diantaranya penyalahgunaan barang milik negara seperti excavator (alat pengangkat berat) dan kapal praktek yang tenggelam tanpa ada pertanggungjawaban jelas.<br /><br />"Selain itu, pengadaan peralatan praktikum tahun 2009 juga tidak jelas penggunaan uangnya, karena barangnya tidak ada," ujarnya.<br /><br />Sementara itu, salah seorang peserta unjuk rasa lainnya, Andi Ibrahim, berharap pihak kampus melengkapi fasilitas perkuliahan.<br /><br />Diantaranya, seperti kurangnya peralatan komputer di laboratorium komputer, ruang kuliah yang tidak lagi bermesin pendingin seperti sebelumnya.<br /><br />"Padahal kami membayar uang semesteran mulai dari Rp900 ribu hingga Rp1,6 juta per orang dikalikan 10 ribu mahasiswa Polnep," katanya.<br /><br />Selain itu, ratusan mahasiswa juga menuntut agar dihapuskan pungutan biaya bagi mahasiswa yang menggunakan bus dan Auditorium Polnep.<br /><br />"Kenapa harus kami membayar, padahal itu fasilitas bagi mahasiswa Polnep," kata Andi.<br /><br />Ratusan pengunjuk rasa itu tidak ditemui oleh Direktur Polnep sehingga akhirnya mereka membubarkan diri.<br /><br />Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan mahasiswa Polnep juga mengancam akan melakukan mogok kuliah massal, Rabu (8/12) jika tidak ada tanggapan dari Direktur Polnep terhadap tuntutan mereka. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pemkab Sintang Tegaskan Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat Menjadi Kunci Sukses Pengamanan Idul Fitri 2026
Wabup Sintang Hadiri Peninjauan Lokasi TMMD di Masuka Sintang
Wabup Sintang Hadiri Safari Ramadhan PHBI Sintang di Masjid Darusalam Desa Merarai Satu
Camat Montallat Apresiasi PT TOP Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Salurkan Bantuan Sosial
Sengketa Lahan Adat Libatkan Perusahaan Tambang, Perkara Muliadi Cs Bergulir di PN Muara Teweh
Besi Pengaman Jembatan Melawi II Dicuri, Infrastruktur Vital Dibobol: Polisi Buru Pelaku
DPMPTSP Sintang Sediakan Berbagai Saluran Pengaduan untuk Tingkatkan Kualitas Layanan
Kepala DPMPTSP Sintang Pimpin Rapat Pembahasan Pengaduan PBG

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:09 WIB

Pemkab Sintang Tegaskan Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat Menjadi Kunci Sukses Pengamanan Idul Fitri 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:52 WIB

Wabup Sintang Hadiri Peninjauan Lokasi TMMD di Masuka Sintang

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:46 WIB

Wabup Sintang Hadiri Safari Ramadhan PHBI Sintang di Masjid Darusalam Desa Merarai Satu

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:23 WIB

Camat Montallat Apresiasi PT TOP Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Salurkan Bantuan Sosial

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:16 WIB

Sengketa Lahan Adat Libatkan Perusahaan Tambang, Perkara Muliadi Cs Bergulir di PN Muara Teweh

Berita Terbaru

Eksekutif

Wabup Sintang Hadiri Peninjauan Lokasi TMMD di Masuka Sintang

Kamis, 5 Mar 2026 - 20:52 WIB