Mahasiswi Asal Sanggau Positif HIV

oleh

Seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi di pulau Jawa asal Kabupaten Sanggau dinyatakan positif terinveksi virus HIV/AIDS. Sebelum akhirnya yang bersangkutan dikembalikan ke Sanggau setelah beberapa bulan mengalami sakit-sakitan di kampusnya tersebut, saat ini yang bersangkutan sudah dikembalikan di kampung halamanya disekitar Kecamatan Kapuas Sanggau. <p style="text-align: justify;"><br />Konselor pada Voluntary Conseling and Testing (VCT) Tulipe RSUD Sanggau Akhirul Ramadhan M Kep, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, mahasiswi asal Sanggau tersebut diketahui positif mengidap HIV/AIDS. Setelah sebelumnya sempat beberapa lama dirawat di RSUD Sanggau karena dipulangkan oleh kampus tempatnya menempuh pendidikan.<br /><br />“Sempat dirawat di RSUD ini dan akhirnya dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS, dan akhirnya dikembalikan ke rumahnya. Dan dinyatakan positif mengidap HIV pada Mei 2011 yang lalu, saat ini sudah kita kembalikan ke rumahnya untuk menjalani perawatan di rumahnya,” tandas Akhirul Ramadhan, Selasa (07/06/2011).<br /><br />Ketika masih menempuh pendidikanya ditandaskan Ramadhan, diduga yang bersangkutan kerap melakukan aktifitas yang beresiko menyebabkan penularan HIV/AIDS. Meskipun ketika masuk untuk di rawat di RSUD Sanggau yang bersangkutan menderita penyakit Tuberkulosis (TBC), namun karena ada prosedur bahwa pasien TBC harus menjalani pemeriksaan kemungkinan HIV/AIDS maka yang bersangkutan diketahui menderita penyakit berbahaya tersebut.<br /><br />“Memang sejak Maret 2011 yang lalu kita memberlakukan sistem setiap pasien TBC yang masuk, wajib diberikan pertanyaan yang menyangkut HIV/AIDS ini. Jika dari pertanyaan yang kita berikan pasien yang bersangkutan termasuk di dalamnya maka dicurigai mengidap HIV/AIDS, dan harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut di VCT Tulipe ini,” katanya.<br /><br />Upaya tersebut diungkapkan Akhirul Ramadhan dinilai cukup efektif untuk menjaring orang-orang dengan resiko HIV/AIDS cukup besar. Karena keterbatasan yang dimiliki oleh VCT Tulipe tersebut seperti minimnya personil konselor dan minimnya anggaran yang dimiliki untuk mencari para penderita penyakit membahayakan tersebut.<br /><br />Dari data yang dimiliki VCT Tulipe Sanggau yang beroperasi sejak 2008 diungkapkan Akhirul Ramadhan, terdata sekitar 60 penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sanggau. Dengan delapan orang diantaranya meninggal dunia, penderita HIV/AIDS terbesar Sanggau berusia produktif yakni antara 25 tahun hingga 49 tahun. <strong>(phs)</strong></p>