Manfaatkan Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomis

oleh

Keberadaan lembaga atau komunitas, untuk berperan terhadap lingkungan sangat penting. Terlebih dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, melalui lpelatihan-pelatihan yang bermanfaat. <p style="text-align: justify;">Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Pengelola Lingkungan Terpadu (KOMPLIT) Melawi. Komunitas ini sudah kedua kalinya membina warga di beberada desa untuk memanfaatkan sampah-sampah yang ada menjadi benda yang bernilai ekonomis. <br /><br />“Pertama kita melakukan pembinaan dan pelatihan pada November 2013 lalu, di Desa Kelakik. Hasilya, warga yang tergabung dalam kelompok pengelolaan sampah ini, memahami bahwa sampah bisa dijadikan benda yang bernilai ekonomis setelah mendapatkan pelatihan-pelatihan yang kita lakukan. Nah, untuk yang kedua kalinya, pelatihan ini kami laksanakan di BM 0 Dusun Tanjung Sari, Desa Tanjung Sari,” kata Ketua KOMPLIT Melawi, Laila Fitri Andayani, kemarin. <br /><br />Apa yang dilakukan KOMPLIT tersebut, sangat di dukung oleh WWF Indonesia. Sebab kegiatan pemanfaatan sampah itu juga merupakan  salah satu cara untuk mengurangi volume sampah-sampah yang ada di Melawi umumnya dan di sekitar desa khususnya.<br /><br />“Pemadatan sampah, khususnya yang an organik dimuka bumi ini merupakan salah satu terjadinya pemanasan global. Nah, langkah yang kita lakukan itu, dimulai dari bagaimana supaya sampah di Melawi ini bisa berkurang, dan sampah-sampah yang ada bisa dimanfaatkan masyarakat menjadi benda yang mempunyai nilai ekonomis. Sehingga dengan mengurangi jumlah sampah itu, ekonomi masyarakat jjuga terbantu,” paparnya.<br /><br />Lebih lanjut Laila mengatakan, pada awal kegiatan pendampingan di Desa Tanjung Sari, KOMPLIT melakukan sosialisasi kepada warga yang berada di BM 0, Desa Tanjung Sari pada Sabtu, 6 Juni 2015. Sosialisasi dilakukan dirumah seorang warga tersebut dimulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Tujuan sosialisasi sendiri yakni untuk memberikan gambaran kepada warga tentang rencana pendampingan yang akan dilakukan oleh WWF Indonesia melalui lembaga KOMPLIT.  Sosialisasi dihadiri 11 orang warga Desa Tanjung Sari serta 3 orang anggota KOMPLIT. <br /><br />“Pada saat sosialisasi tersebut, masyarakat sangat-sangat merspon, sehingga muncul berbagai keinginan dari masyarakat terhadap rencana kegiatan pengelolaan sampah di Desa Tanjung Sari. Bahkan seperti yang dicita-citakan KOMPLIT, dari hasil pengelolaan sampah nantinya, mereka juga mengharapkan hal yang sama, yakni bisa menghasilkan produk yang memiliki manfaat bagi mereka bahkan bagi orang lain serta memiliki nilai jual,” ungkapnya.<br /><br />Dengan kegiatan yang dilakukan tersebut, Laila berharap, seluruh warga Desa Kelakik dan Des Tanjung Sari yang tidak mengikuti pelatihan, bisa bergabung dan belajar dari teman-teman yang sudah mengikuti pel;atihan dalam memanfaatkan sampah-sampah, untuk dijadikan produk yang bernilai. <br /><br />Baik itu membuat pot bunga dari Koran, tempat pensil dan tempat tempat tisu. Atau membuat produk dari sampah pelastik, seperti tikar, tas atau yang lainnya. Dengan begitu, sampah di Desa kelakik dan Tanjung Sari, bisa berkurang bahkan tidak ada sampah. Sehingga Desa ini juga bisa menjadi desa percontohan bagi desa lainnya. (KN)</p>