Mantan Gub Kalsel: Kalimantan Sepatutnya Berstatus Otsus

oleh
oleh

Mantan Gubernur Kalimantan Selatan H.M Said berpendapat, Kalimantan sepatutnya juga berstatus Otonomi Khusus (Otsus) sebagaimana Aceh dan Papua. <p style="text-align: justify;">Pendapat itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) Wilayah Kalimantan di Banjarmasin yang berlangsung 23 – 24 April 2012.<br /><br />Menurut mantan Gubernur Kalsel periode 1985 – 1995 itu, dengan status Otsus diharapkan bisa mendapatkan perimbangan keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara memadai.<br /><br />"Mendapatkan perimbangan keuangan dari APBN yang memadai itu merupakan bagian dari Kalimantan menuntut keadilan," tandas mantan anggota DPD-RI asal Kalsel itu.<br /><br />Menurut dia, dari Sumber Daya Alam (SDA) yang dikeruk besar-besaran ternyata yang kembali untuk kesejahteraan rakyat Kalimantan sangat minim.<br /><br />Selain itu, kondisi infrastruktur mengecewakan seperti kondisi prasarana di Kalimantan jauh ketinggalan dari daerah-daerah lain di Indonesia.<br /><br />Sebagai contoh, jalan raya, pelabuhan laut, lapangan terbang, pembangunan daerah perbatasan, pengairan, listrik, air minum, prasarana dan sarana pendidikan dan kesehatan masih cukup memperihatinkan, lanjutnya.<br /><br />Sementara sumbangan Kalimantan untuk Republik Indonesia sangat besar seperti dimasa keemasan kayu, hutannya dieksploitasi habis-habisan untuk devisa negara dan telah melahirkan konglomerat-konglomerat yang sebagian besar warga keturunan.<br /><br />Kemudian setelah era kayu selesai timbul eksploitasi besar-besaran tambang batu bara yang mendatangkan devisa tidak sedikit untuk negara dan juga menciptakan konglomerat-konglomerat baru.<br /><br />Selain itu, minyak mentah dari zaman Hindia Belanda hingga kini tetap dieksploitasi untuk kepentingan negara dan sekarang ditambah dengan gas alam.<br /><br />"Oleh sebab itu mungkin tidak berlebihan kalau Kalimantan menuntut keadilan guna kemajuan daerah dan masyarakatnya," demikian H.M Said. <strong>(phs/Ant)</strong></p>