Mantan Kadis Pendidikan Akan Perkarakan Resafel Kabinet MJ Jilid II

oleh
oleh

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, DR. YAT Lukman Riberu mengaku kecewa dengan hasil baperjakat yang tidak menghargai sebuah pendidikan di Kabupaten Sintang. <p style="text-align: justify;">Kekecewaan tersebut lantaran tidak ada jabatan atau non job yang di berikan oleh baperjakat kepada dirinya dalam resafel kabinet MJ Jilid II yang dilaksanakan hari ini, Jumat, (16/01/2015).<br /><br />“Saya sangat kecewa kepada pimpinnan dan baperjakat dalam menempatkan jabatan yang tidak sesuai dengan keahliannya untuk menempati kursi kepala SKPD di lingkungan Pemkab Sintang”.<br /><br />Selain itu saya juga kecewa kepada BKD Sintang yang tidak mencantumkan gelar Doktor yang saya miliki dengan susah payah yang harus meninggal pekerjaan dan keluarga untuk meraih itu semua.<br /><br />Kekecewaan Lukman bukan hanya sampai di situ, Lukman juga kecewa dengan Pemkab Sintang yang tidak konsisten dengan pendidikan, jelas Lukman.<br /><br />Kepada awak media, Lukman akan membawa masalah ini keranah hukum.“Besok akan saya laporkan melalui pengacara saya, karena ini sudah menodai dunia pendidikan”.<br /><br />Perlu di ketahui juga sebelumnya DR YAT Lukman Riberu menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang dan pada hari ini dalam resafel kabinet MJ Jilid II Lulman Riberu menempati posisi pada Staf Ahli.<br /><br />Masih di tempat yang sama Bupati Sintang, Drs. Milton Crosby M.Si saat di konfirmasi media terkait tidak menghargai sebuah pendidikan dan jalur hukum yang akan di tempuh oleh mantan Kadis Pendidikan Lukman Riberu, bupati hanya mengatakan silahkan saja buat laporannya, kita tidak menghalangi siapapun yang tidak terima. <br /><br />“Namaun perlu di ingat, kita melantik seseorang sudah melalui prosedur yang ada, bahkan baperjakat sudah kerja siang dan malam, oleh sebab itu bagi yang kecewa atau tidak menerima resafel ini silahkan membuat laporan, kita siap, ungkap bupati.<br /><br />Terkaiat dengan tidak menghargai sebuah pendidikan di Kabupaten Sintang Bupati melalui Sekda, Yosepha Hasnah, yang di dampingi mantan Kepala BKD, Veronika Ancili mengatakan  gelar Doktor yang di miliki pak Lukman itu, kita belum koordinasikan kepusat, karena kalau seorang pejabat memiliki gelar yang tinggi harus memiliki surat ijin belajar di mana dia bekerja semantara untuk surat ijin belajar pak Lukman tidak ada pada kita.<br /><br />Namun demikian semuanya itu dapat di perbaiki jika ada kekeliruan dalam mencantumkan nama dan gelar, namun kalau untuk posisi kedudukan di pemerintahan kita sudah melaksanakan penilaian dan kriteria kepangkatan. “Tidak mutlak juga seorang bergelar Doktor menempati posisi yang tinggi, ungkapnya. (kn)</p>