Marcus: Gizi buruk Dibawah Angka Nasional

oleh

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr. Marcus Gatot Budi mengatakan Gizi buruk masuk pada indicator penaggulangan kemiskinan sehingga pada Melenium development Gools (MDGs)bidang kesehatan tidak dapat berjalan sendiri dan memerlukan back up dari sektor-sektor lain. <p style="text-align: justify;">“Beberapa kasus gizi buruk di Sintang sering berulang setelah di rawat di PPGB Sintang, ketika pulang dalam keadaan ideal namun saat berada ke daerahnya kembali jatuh pada kondisi awal bahkan ada pasien yang harus tiga tahun berturut turut masuk ke PPGB,” ujar Marcus,  Senin, (01/04/2013).<br /><br />Dengan naiknya perekonomian masyarakatpun menurut Marcus tidak menjamin berkurangnya kasus gizi buruk, sebab akses terhadap sumber pangan yang mengandung gizi cukup belum pasti ada.<br /><br />“Selain itu Masyarakat di harapkan memiliki pengetahuan cukup untuk mengetahui bagaimana pola asuh yang dilakukan oleh orang tua, bahkan ada pada kalangan orang tua mampu namun anaknya terkena gizi buruk ini di sebabkan orang tua yang sibuk berkarier sehingga anak terbengkalai,” kata Marcus<br />Target 2015 Indonesia bebas Gizi buruk menurut Marcus perlu di dukung semua lini, untuk kabupaten Sintang penanganan Gizi buruk sudah berada pada rel yang benar.<br /><br />“Bila di bandingkan dengan angka Nasional Gizi buruk di Kabupaten Sintang masih berada di bawah angka Nasional yang mencapai 5 persen, sedangkan angka gizi buruk di Sintang 2,5 persen, tetapi bila di sesuaikan dengan angka seharusnya maka ada yang berada di bawah dan ada pula yang berada di atas,” jelas Marcus.<br /><br />Bila dilihat perjalanannya justru Gizi buruk di Kabupaten Sintang mengalami kenaikan, ini dapat di pengaruhi banyaknya kasus yang mulai di temukan atau kesadaran masyarakat meningkat terhadap pentingnya asupan gizi, namun Marcus berharap angkanya masih tetap di bawah angka Nasional. <strong>(das/th)</strong></p>