Marzuki- Jangan Kirim TKI Yang Tak Kompeten

oleh

Menyusul kasus over stay para TKI di Arab Saudi, pemerintah Indonesia dinilai kurang perhatian dan empati pada nasib tenaga kerjanya yang sedang mencari penghidupan di luar negeri. Padahal, DPR sudah sering mengingatkan masalah ini kepada pemrintah. <p style="text-align: justify;">Ketua DPR RI Marzuki Alie menegaskan hal tersebut, Selasa (12/11). “Kita sudah berkali-kali mengingatkan pemerintah, baik Menteri Luar Negeri maupun Menakertrans. Padahal, arahan presiden soal ini juga sudah jelas,” kata Marzuki. Masa amnesti bagi para TKI di Arab Saudi sudah jelas, yaitu tanggal 3 November 2013. Tapi pemerintah seperti mendiamkan saja, tanpa ada yang bisa dilakukan.<br /><br />Tampaknya, nilai Marzuki, kita semua kurang mampu merasakan penderitaan yang dialami saudara-saudara sebangsa sendiri yang sedang bekerja di luar negeri. Pihaknya mengaku, sering mendapat pengaduan dari para TKI lewat sms, baik orangtua maupun anak-anak yang kepanasan di kamp-kamp sementara dengan menahan udara panas Arab Saudi.<br /><br />Para TKI itu mengeluhkan perhatian yang minim dari pemerintah Indonesia, hingga mereka kehabisan masa tinggalnya di Arab Saudi. “Mereka pengen diperhatikan. Dulu mereka telah berjuang menjadi pahlawan devisa, harusnya mendapatkan perhatian dari kita semua,” tandas Marzuki.<br /><br />Ketika ditanya, apa solusi ke depan agar kasus ini tidak terjadi lagi, Marzuki menjawab, sebaiknya kita tidak mengirim TKI lagi yang tidak kompeten. Artinya, tidak didukung keahlian dan perjanjian kerja yang benar. <br /><br />“Kita harapkan ke depan sebagai bangsa harus punya komitmen. Semua rakyat Inodnesia harus punya komitmen. Jangan lagi menyalurkan orang-orang yang tidak kompeten, tidak siap, tidak didukung perjanjian kerja yang melindungi bagi TKI.” <strong>(das/mh/parle)</strong></p>