Masa Keemasan Anak Berusia 0-6 Tahun

oleh

Masa keemasan bagi anak adalah saat berusia 0-6 tahun, karenanya para orang tua harus mengetahui cara mendidik anak di usia itu. <p style="text-align: justify;">Jika salah memberi pendidikan bisa berakibat pada pola pikir salah yang bisa dibawa sampai dewasa, kata Kepala Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Kelompok Bermain Raudhatul Jannah Samarida, Tatik Juliana saat acara Perpisahaan siswa PAUD itu di Samarinda, Rabu.<br /><br />"Di usia 0 hingga 6 tahun ini, anak mampu menyerap pendidikan dari orang tua dan lingkungannya antara 50 hingga 70 persen," ujarnya.<br /><br />Dia melanjutkan, pada usia tersebut, pertumbuhan otak anak juga mencapai 50 persen sehingga anak mudah menerima dan mengikuti berbagai tindakan yang dilakukan oleh orang tua, guru, teman-teman dan apa saja yang dilihatnya.<br /><br />Untuk itu, para orang tua diminta mendidik anak dengan sopan dan penuh kasih sayang, jika anak diberi pendidikan dengan cara kasar atau anak sering melihat orang tua berlaku kasar, maka anak akan meniru tindakan itu, karena bagi anak perbuatan itu merupakan contoh yang diikuti.<br /><br />Sementara Ketua Yayasan Bima Tadzkiyah yang menaungi PAUD Raudhatul Jannah, Hj Nani Heriyani berpesan kepada para orang tua, siswa PAUD akan melanjutkan ke bangku SD atau yang sederajat, agar orang tua terus mengingatkan pelajaran serta hafalan ayat-ayat pendek selama belajar di PAUD.<br /><br />Apabila orang tua tidak mengingatkan, maka dalam waktu tidak lama, anak-anak akan lupa, misalnya doa sebelum makan, doa sebelum tidur, ayat-ayat pendek Al-Quran, cuci tangan sebelum makan, berlaku sopan, menggosok gigi minimal dua kali sehari, dan berbagai pelajaran lain selama di PAUD.<br /><br />Kebiasaan baik itu harus terus diingatkan orang tua agar bisa dibawa oleh anak hingga tumbuh dewasa. Orang tua juga dimintanya tidak selalu menuruti keinginan anak berbelanja meski mampu, karena hal itu akan berdampak buruk saat dewasa.<br /><br />Dikatakan, anak-anak merupakan harta yang paling berharga ketimbang barang apapun yang telah dimiliki, untuk itu anak harus dijaga, dirawat dan dididik dengan baik sesuai dengan tingkat daya serapnya.<br /><br />Jika dalam mendidik tidak sesuai dengan takaran otak anak, namun disesuaikan dengan keinginan orang tua, maka pertumbuhan anak justru tidak sesuai dengan yang diharapkan karena anak akan merasa terpaksa dalam melakukan kegiatan yang diinginkan orang tua.<br /><br />Cara mendidik anak yang benar adalah dengan penuh kasih sayang dan memberikan contoh yang baik, bukan menuyuruh tanpa ada tauladan, karena anak-anak pada umumnya tidak bisa memahami perintah, namun lebih merespon contoh dari orang tua.<br /><br />"Setiap anak harus dibekali pendidikan sesuai usianya, kemudian diselaraskan dengan potensi dan agama, agar kecerdasan IQ, spiritual dan emosionalnya bisa seimbang sehingga tidak mudah terpengaruh negatif perkembangan teknologi," ucap Nani mengingatkan. <strong>(das/ant)</strong></p>