Masalah Listrik PLN Sintang Diminta Serius

oleh

Byarpet hampir tiap hari, warga mengeluh atas layanan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), aksi massa pun tak bisa dihindari lantaran warga kesal, PLN diminta serius membenahi masalah kelistrikan di Kabupaten Sintang. <p style="text-align: justify;">“Kami minta serius lah karena bagaimanapun hanya PLN satu-satunya penyedia layanan tenaga listrik di Kabupaten Sintang,” kata Adrianto, pengurus Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Sintang pada kalimantan-news.com.<br /><br />Ia menilai selama ini masyarakat dalam kondisi apapun mau tidak mau harus membayar tagihan setiap bulannya, meskipun dalam sebulan berkali-kali listrik padam.<br /><br />“Ketika telat sehari saja dari masa kewajiban membayar tagihan, masyarakat di denda, sementara tidak ada sanksi atau denda apapun terhadap PLN yang mematikan listrik bisa lebih dari sekali dalam sehari,”  ucapnya.<br /><br />Ia juga meminta perusahaan plat merah penyedia layanan setrum itu transparan dalam memberikan pelayanan.<br /><br />“Sampaikan ke masyarakat kendala sebenarnya, kalau memang daya tidak cukup, jangan paksakan menerima pasang sambungan baru, maksimalkan yang sudah ada,” jelasnya.<br /><br />Kecuali kata dia kalau ada tambahan daya baru dari pembangkit yang memungkinkan untuk melakukan sambungan baru.<br /><br />“Sudahlah daya kurang, mesin pembangkit usang sehingga sering rusak, malah dibuka pemasangan sambungan baru, akibatnya masyarakat yang merasakan,” tukasnya.<br /><br />Kondisi sering padamnya aliran listrik terutama pada malam hari, tentunya kata dia akan mudah mengundang tindak kejahatan.<br /><br />“Masyarakat jadi was-was untuk tidur sebelum lampu menyala, khawatir dengan maling yang memanfaatkan kesempatan, sementara ketika padam di siang hari, pelayanan di lembaga pemerintah dan swasta juga menjadi terkendala lantaran peralatan yang membutuhkan tenaga listrik tidak bisa dioperasikan,”  ujarnya. <strong>(*)</strong></p>