Masuk Tanpa Izin, PT PSA Kena Adat

oleh

PT.Prima Sawit Andalan sebuah perusahaan dibidang perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di desa Jaya Mentari kecamatan Tempunak, terpaksa harus membayar denda adat sebesar Rp 1,6 juta lebih. <p style="text-align: justify;">Denda adat senilai tersebut, karena perusahaan dinilai telah melakukan pelanggaran masuk tanpa menemui atau meminta izin kepada perangkat desa serta tokoh adat setempat.<br /><br />Menurut Paskalis, tokoh pemuda kecamatan Tempunak, ada 3 orang yang melakukan survey lokasi di wilayah desa Jaya Mentari tanpa terlebih dahulu meminta izin dengan perangkat desa setempat.<br /><br />“Ketiga orang tersebut akhirnya diminta keterangannya oleh warga maksud dan tujuan kegiatan mereka, saat mereka keluar dari kawasan hutan,” jelasnya.</p> <p style="text-align: justify;"><br /><img src="../../data/foto/imagebank/20111004100158_DFDB2A1.jpg" alt="" width="635" height="450" /></p> <p style="text-align: justify;"><em><strong>Suasana pembayaran denda adat</strong></em></p> <p style="text-align: justify;">Paskalis menambahkan, sebelumnya warga sudah membuat pernyataan penolakan secara keseluruhan atas masuknya perkebunan kelapa sawit. Namun demikian perusahaan kelapa sawit tersebut masih bersikeras untuk masuk.<br /><br />Dengan pembayaran denda adat yang telah dilakukan dikediaman Maria di Sukamaju pada Selasa (04/10/2011), diharapkan menjadi efek jera bagi perusahaan yang tetap memaksakan kehendaknya.<br /><br />“Nilai adat memang tak seberapa. Tapi kita berharap ini menjadi pelajaran bagi perusahaan yang mencoba dengan segala cara untuk memaksakan kehendaknya kepada masyarakat yang sudah tidak mau atau menolak kehadiran perusahaan sawit. Jika itu terjadi lagi, mungkin denda akan lebih besar lagi dijatuhkan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>