Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Sekadau menggelar pelatihan advokasi lanjutan di Mess Pemda selama empat hari sejak Minggu . Peserta mencapai 30 orang terdiri dari timanggong, pemuka masyarakat, serta pelaku kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd). <p style="text-align: justify;">Yang menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut diantaranya, Staf Ahli Bupati Matius Tius, PLT Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Kesatuan Bangsa, serta Pemerintahan Desa Sekadau Losianus.<br /><br />Ketua RBM Sekadau M Jam Jam mengatakan pelatihan advokasi lanjutan merupakan tingkat lebih tinggi dari pelatihan dasar yang beberapa waktu lalu sudah selesai digelar, yakni membekali peserta tentang mekanisme pembuatan hukum serta prosedur perkara hukum menjadi tujuan pelatihan, <br /><br />“Terutama, masyarakat mendapat kesempatan untuk menjadi paralegal,” kata M Jam jam belum lama ini.<br /><br />Senada dengannya, Penanggungjawab Operasional Kabupaten PNPM MPd Sekadau Miki Hermanto menuturkan pelatihan advokasi yang dilaksanakan tersebut dimaksudkan untuk memberi pengetahun hukum kepada peserta sehingga paham tentang perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum. <br /><br />“Dengan demikian tujuan Akhirnya adalah meminimalisir berbagai perbuatan yang melanggar hukum,” ucapnya.<br /><br />Pelatihan advokasi lanjutan kata Miki juga sebagai wadah konsultasi seputar permasalahan PNPM MPd dari perspektif hukum.</p> <p style="text-align: justify;">Timanggong dan pemuka masyarakat turut menjadi peserta agar dapat mengawasi dan memberi masukan seputar kegiatan PNPM MPd. Selanjutnya, kehormatan dan nama baik setiap pelaku PNPM MPd tetap terjaga. <br /><br />“Dengan adanya pengawasan bersama tersebut, kita berharap apa yang direncanakan dan dikerjakan semua berjalan baik,” ungkapnya.<br /><br />Sementara itu, Fasilitator PNPM MPd Petrus Kanisius Ng memberi apresiasi kepda peserta yang datang di tengah beberapa kecamatan di Sekadau masih terendam banjir. <br /><br />“Kami berharap, materi yang diperoleh peserta nantinya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. <strong>(phs)</strong></p>















